Market Indices

Investasi Daerah: Faktor-faktor Penghambat di Indonesia (2)

Rubrik Daerah

01 Mei 2013 23:45:00 WIB

WE.CO.ID Dalam survei “Doing Business” yang dilakukan IFC, Bank Dunia, peringkat Indonesia untuk kemudahan berbisnis memang tidak banyak mengalami perubahan. Pada 2011 Indonesia berada di peringkat ke-129 dari 183 negara yang disurvei, sedangkan pada 2012 di posisi ke-128 dari 185 negara yang disurvei.


Ada 10 indikator yang dinilai dalam survei “Doing Business 2012”, yaitu awal memulai bisnis, izin konstruksi, akses mendapatkan listrik, pencatatan properti, akses mendapatkan kredit, perlindungan investor, administrasi perpajakan, perdagangan lintas perbatasan, penegakan kontrak, dan penyelesaian masalah.


Kecenderungan peringkat Indonesia yang tak banyak beranjak itu, salah satu penyebabnya adalah birokrasi perizinan usaha yang tidak efisien. Hal itu dikemukakan oleh Edy Priyono dari Pusat Kajian Kebijakan Publik “Akademika”. Ia menilai wajah birokrasi pengurusan perizinan di Indonesia selama ini diliputi mekanisme yang berbelit-belit, banyaknya meja yang harus dilalui, biaya yang tidak transparan, dan pengurusan yang memakan waktu lama. Kondisi ini, lanjut dia, mendorong munculnya biaya perizinan usaha di luar ketentuan yang berlaku, yang tentu saja menjadi penghambat masuknya para investor ke Indonesia.


(bersambung)


Pernah Dimuat di Majalah Warta Ekonomi No.5/2013

Penulis: Alnisa Septya Ratu

Editor: Ihsan

Recomended Reading

Selasa, 26/05/2015 00:06 WIB

BPJS Kesehatan Dinilai Miliki Banyak Kelemahan

Senin, 25/05/2015 05:56 WIB

Survei: Ahok Cukup Pimpin DKI Hingga 2017

Senin, 25/05/2015 07:27 WIB

Lagi, PSSI Terancam Sanksi AFC

Executive Brief

Askopindo dukung upaya pemerintah untuk data dan tertibkan koperasi.

Telkomsel Branch Jayapura berencana tambah 13 unit BTS di Jayapura.

Angkasa Pura II tingkatkan kapasitas apron di Bandara Soekarno-Hatta.

Tsuneishi Ship Building siap tanamkan modal 40 juta dolar AS di Indonesia.

Wamenkeu: Calon Dirjen Bea dan Cukai harus lugas dan tegas.

ADB bidik pengembangan bisnis inklusif di Indonesia.

Jokowi meminta agar proses pembangunan infrastruktur disederhanakan dan dipercepat.

Samudera Indonesia dorong anak usaha lakukan IPO di BEI.

Bappenas: Perlu payung hukum agar proyek infrastruktur dapat cepat dikerjakan.

Presiden Minta Aturan Perkuliahan Ditinjau Ulang

Mendag: Bawang Merah Impor Itu Produk Ilegal

Menkeu Wacanakan Subsidi Bunga untuk Pembiayaan Infrastruktur

Pemerintah nyatakan Siap Ambil Alih Blok Mahakam dan Freeport

Menko Kemaritiman menegaskan Maluku akan Segera Jadi Lumbung Ikan nasional

Telkomtelstra menjembatani Hubungan Bisnis antara Australia dan Indonesia

Serapan beras Bulog Divisi Regional Jawa Tengah capai 4.000 ton/hari.

Menkeu: Kalbar perlu tingkatkan industri manufaktur berbasis sumber daya alam.

Kemendag: Stok gula kristal putih jelang Ramadan masih aman.

Pemkab Pandeglang siap tingkatkan daya saing produk perikanan.

CAR berikan asuransi gratis bagi pelanggan Indosat yang aktifkan Dompetku.

Pemprov Jateng akan segera benahi fasilitas umum di Karimunjawa.

Kadin minta Bank Indonesia turunkan suku bunga acuan.

PLN Area Kudus catat selama Januari-Mei terdapat 306 kali gangguan listrik.

Kadin akan bentuk lembaga khusus jaring pendanaan pembangunan di timur Indonesia.