Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Industri perbankan diprediksi bakal tumbuh signifikan sepanjang tahun ini. Itu karena, situasi dan kondisi dalam negeri mulai menggeliat. Sejumlah gejolak eksternal diramal tidak bakal banyak berpengaruh karena fundamental kuat.
Tidak disangkal, kebijakan proteksionis Amerika Serikat (AS) menghentak para pemodal. Tidak sedikit, investor melakukan kalkulasi portofolio investasi. Tetapi, untuk investor domestik tidak terlalu khawatirkan. Apalagi, pasar modal domestik tumbuh signifikan. "Jadi, kalau diamati pertumbuhan industri perbankan akan lebih baik tahun ini," tutur Analis Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Kamis (2/2/2017).
Satrio menyebut bukti pertumbuhan ekonomi domestik itu terefleksi dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kalau Indeks pada 2012 masih bertengger di kisaran 4.000, saat ini telah menyentuh level 5.200. Itu artinya, investasi saham di pasar modal menguntungkan. ?Dan, saham-saham perbankan masih sangat menarik,? tegasnya.
Sejumlah saham laik dikoleksi terutama berbalut Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, dari sejumlah saham perbankan, saham Bank Negara Indonesia (BBNI) paling menarik. Alasannya, dari sisi price to earning ratio (PER) masih berada di kisaran 8 kali, lebih rendah ketimbang PER saham perbankan lainnya yang berada di kisaran 15 kali.?
Disamping itu, program nabung saham juga membuat industri perbankan lebih semarak. Karena dengan modal Rp100 ribu, pemodal pemula bisa membeli saham. Itu juga sangat membantu masyarakat untuk mengenal industri pasar modal secara lebih sederhana.?
Berdasarkan data perdagangan kemarin (1/2) saham perusahaan berticker BBNI itu ditutup di kisaran Rp6.025 per saham, naik 75 poin (1,3%). Sepanjang perdagangan, saham perusahaan ditransaksikan sebanyak 433,103 lot senilai Rp 260,55 miliar dengan nilai kapitalisasi pasar sejumlah Rp 111,23 triliun. ?
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Gito Adiputro Wiratno
Editor: Vicky Fadil