Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AI Jadi Instrumen Geopolitik Baru, Kecepatan Adopsi Tentukan Kemenangan Global

AI Jadi Instrumen Geopolitik Baru, Kecepatan Adopsi Tentukan Kemenangan Global Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kecerdasan buatan (AI) kini telah bergeser dari sekadar teknologi komersial menjadi instrumen geopolitik krusial yang menentukan keamanan nasional dan keseimbangan kekuatan global. Kecepatan sebuah negara dalam mengadopsi AI diprediksi akan menjadi faktor penentu kemenangan di panggung dunia.

CEO Palo Alto Networks Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Helmut Reisinger mengungkapkan bahwa AI secara fundamental telah mengubah lanskap keamanan dan strategi pertahanan negara.

Baca Juga: Samsung S26 Ultra Bawa Kemampuan Fotografi Malam Terbaik, AI Night Vision dan Optical Zoom Canggih Jaminan Jernih!

“AI benar-benar mengubah banyak hal. Dari kebijakan nasional, pertahanan negara, hingga cara operasi di medan perang. Seperti perang drone mengubah battlefield, AI juga berdampak besar pada keamanan siber,” ujar Helmut dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).

Era Agentic AI

Dunia saat ini disebut tengah bertransisi dari gelombang pertama AI menuju fase agentic AI. Jika sebelumnya AI hanya berfungsi menghasilkan atau merangkum teks, kini sistem AI mampu bertindak sebagai agen yang menjalankan tugas secara mandiri.

“Kita datang dari gelombang pertama AI yang membentuk ulang teks dan input. Sekarang kita masuk ke agentic AI yang benar-benar mendorong adopsi, lalu menuju AI dalam produksi,” tambahnya.

Baca Juga: Tren Karikatur ChatGPT di Indonesia jadi Ketiga Terbesar Asia-Pasifik, Bukti Antusiasme Tinggi pada Teknologi

Meski demikian, Helmut menekankan bahwa keunggulan strategis suatu negara tidak hanya bergantung pada kepemilikan teknologi, melainkan pada kecepatan dan pengawasan adopsinya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: