Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Mikhael Bataona, MA berpendapat, Jokowi akan lebih nyaman jika memilih tokoh ulama sebagai pendamping dalam Pilpres 2019.
"Soal wakil, saya kira Jokowi akan lebih nyaman jika memilih sosok seperti kiai Haji Ma'aruf Amin yang adalah seorang ulama, yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan juga Rais 'Aam PBNU," kata Mikhael Bataona di Kupang, Selasa (23/7/2018).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan sosok yang pantas mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.?Menurut dia, jika Jokowi mengambil tokoh parpol sebagai pendampingnya, maka risikonya sangat besar bagi Jokowi sendiri.
"Jika Jokowi memilih wakil dari tokoh parpol akan ada konflik dan peluang pecah kongsi dalam koalisi menjadi besar," katanya.
Mengenai peluang JK, dia mengatakan, sangat kecil JK kembali menjadi calon wakilnya Jokowi jika Mahkamah Konstitusi (MK) konsisten pada putusan.
"Soal peluang JK, saya kira kecil jika MK konsisten pada putusan mereka sesuai bunyi UU," katanya.
Tetapi apabila JK mendapat ruang untuk kembali maju, maka Prabowo bisa memainkan kartu ini juga untuk menyerang Jokowi bahwa JK ternyata motifnya kekuasaan dan bukan pengabdian. Ini menjadi soal juga, katanya.
"Kalau pada akhirnya Pilpres berada dalam posisi 'head to head' Jokowi vs Prabowo maka peluang Jokowi untuk saat ini masih lebih besar," katanya. Karena di tahun depan pascaAsian Games, citra Jokowi akan semakin baik. ?Selain peresmian MRT Jakarta dan infrastruktur lainnya yang selesai awal tahun 2019, otomatis akan mendongkrak elektabilitas Jokowi, katanya menambahkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: