Gagal Manfaatkan Koreksi Dolar, Harga Bitcoin (BTC) Anjlok ke US$84.000!
Kredit Foto: Unsplash/ Bermix Studio
Pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) kembali gagal memicu reli harga Bitcoin (BTC). Ia menyimpang dari pola historis yang biasanya melihat aset kripto tersebut menguat saat nilai tukar greenback turun di Kamis (29/1).
Dilansir dari Coinmarketcap, harga bitcoin sempat turun hingga mendekati US$84.000. Padahal Dollar Index (DXY) yang mengukur kinerja dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, tercatat melemah signifikan. Secara historis, kondisi ini kerap menjadi katalis positif bagi bitcoin, namun kali ini tidak terjadi.
Baca Juga: Mata Uang Iran di Hadapan Dolar Hancur Lebur Terparah Sepanjang Sejarah
J.P. Morgan Private Bank menilai perilaku pasar yang tidak biasa ini mencerminkan karakter pelemahan dolar saat ini. Menurut bank tersebut, penurunan nilai dolar bukan dipicu oleh perubahan fundamental seperti prospek pertumbuhan ekonomi atau ekspektasi kebijakan moneter melainkan oleh arus dana jangka pendek dan sentimen pasar.
“Penting untuk dicatat bahwa pelemahan dolar baru-baru ini bukan didorong oleh perubahan ekspektasi pertumbuhan atau kebijakan moneter,” kata Head of Macro Strategy Asia J.P. Morgan Private Bank, Yuxuan Tang.
Ia menambahkan bahwa selisih suku bunga justru bergerak menguntungkan dolar sejak awal tahun.
“Yang kita lihat sekarang, mirip dengan tahun lalu, adalah aksi jual dolar yang terutama dipicu oleh arus dana dan sentimen,” ujar Tang.
Menurut JP Morgan, pelemahan dolar ini kemungkinan bersifat sementara seperti yang terjadi tahun lalu. Bank tersebut memperkirakan dolar akan kembali stabil seiring membaiknya momentum ekonomi dari Amerika Serikat.
Kondisi ini membantu menjelaskan mengapa bitcoin gagal berfungsi sebagai lindung nilai terhadap dolar. Sementara emas dan aset riil lainnya mencatat reli tajam saat dolar melemah, bitcoin justru bergerak terbatas dalam rentang sempit.
Hal ini menunjukkan bahwa pasar kripto saat ini belum memandang pelemahan dolar sebagai perubahan makroekonomi yang berkelanjutan. Akibatnya, bitcoin masih diperlakukan sebagai aset berisiko yang sensitif terhadap likuiditas, bukan sebagai penyimpan nilai utama.
Tanpa perubahan yang jelas dalam ekspektasi kebijakan moneter atau arah suku bunga, pelemahan dolar saja dinilai belum cukup untuk menarik arus modal baru ke pasar kripto.
J.P. Morgan Private Bank justru menilai emas dan aset pasar negara berkembang sebagai penerima manfaat yang lebih langsung dari diversifikasi dolar, dibandingkan bitcoin.
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga Dolar AS
Selama dinamika pertumbuhan ekonomi dan suku bunga belum menjadi pendorong utama pasar valuta asing, bitcoin diperkirakan masih akan tertinggal dari aset lindung nilai tradisional, meskipun dolar tetap berada di bawah tekanan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement