Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kebutuhan Beras Meningkat, Kemendag Siapkan SRG untuk Bulog Berkapasitas 13,5 Ribu Ton

        Kebutuhan Beras Meningkat, Kemendag Siapkan SRG untuk Bulog Berkapasitas 13,5 Ribu Ton Kredit Foto: Antara/Donny Aditra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyediakan gudang-gudang Sistem Resi Gudang (SRG) di wilayah Jawa Tengah untuk membantu bulog dalam penyimpanan sementara hasil panen petani.

        Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikannya dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan yang membahas sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempersiapkan target swasembada pangan pada 2027 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Selasa (31/12/2024).

        Baca Juga: Program EPIC Sale Efektif Gerakkan Konsumsi Masyarakat, Transaksi Capai Rp14,9 T

        “(Kapasitas gudang SRG) tidak terlalu besar, namun bisa membantu Bulog dalam menyimpan beras di Jawa Tengah. Menko Pangan telah menyampaikan kebutuhan tahun depan yang semakin meningkat, seperti untuk Lebaran sekitar bulan Maret dan Program Makan Bergizi. Kita harus bekerja keras agar suplai tidak kekurangan,” papar Mendag dalam rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dikutip dari siaran pers Kemendag, Kamis (2/1).

        Kemendag mempunyai sembilan gudang SRG dan satu gudang bersistem Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Jawa Tengah yang saat ini berstatus belum terpakai (idle). Total kapasitas mencapai 13,5 ribu ton. 

        Di seluruh Indonesia, Kemendag mempunyai gudang SRG yang saat ini idle dan berpotensi mendukung ketahanan pangan berkapasitas 145 ribu ton.

        Beberapa daerah di Jawa Tengah yang mempunyai gudang SRG adalah Kudus, Demak, Pekalongan, Banjarnegara, Blora, Wonogiri, Cilacap, serta Brebes. 

        Mendag Budi berharap, Pemerintah Daerah Jawa Tengah dapat mempersiapkan gudang-gudang tersebut untuk dimanfaatkan Bulog menjadi penyimpanan beras sementara.

        “Terdapat beberapa gudang yang kosong. Kami mohon bupati dan walikota bisa membantu membersihkannya untuk persiapan musim panen, sehingga dapat dipakai Bulog untuk penyimpanan sementara komoditas beras hasil panen petani,” ucapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: