Kredit Foto: Istimewa
BPJS Kesehatan menegaskan digitalisasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi instrumen utama dalam mendorong efisiensi biaya layanan kesehatan. Upaya ini diperkuat melalui pemberian penghargaan kepada 27 mitra fasilitas kesehatan (faskes) yang dinilai berhasil mengimplementasikan layanan berbasis teknologi informasi.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan menyampaikan bahwa optimalisasi teknologi informasi, khususnya melalui Aplikasi Mobile JKN, berkontribusi langsung terhadap peningkatan efektivitas pelayanan sekaligus efisiensi operasional di fasilitas kesehatan.
Menurut Edwin, transformasi digital tidak hanya memudahkan akses peserta terhadap layanan JKN, tetapi juga membantu faskes dalam mengelola layanan secara lebih terukur dan terintegrasi.
“Transformasi digital menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan. Melalui pemanfaatan teknologi, peserta JKN dapat merasakan layanan yang lebih praktis, sementara faskes juga terbantu dalam meningkatkan efektivitas pelayanan,” ujar Edwin dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: BPJS Pangkas Waktu Aduan JKN Jadi Tiga Hari
BPJS Kesehatan secara konsisten membangun ekosistem layanan kesehatan digital bersama mitra faskes. Perubahan ini ditandai dengan peralihan dari sistem layanan manual dan terfragmentasi menuju layanan yang terintegrasi dan real-time, sehingga proses pelayanan dapat dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi dalam layanan JKN diwujudkan melalui penggunaan Aplikasi Mobile JKN sebagai kanal utama layanan peserta. Selain itu, BPJS Kesehatan mendorong penerapan antrean online di fasilitas kesehatan serta integrasi sistem informasi faskes dengan sistem BPJS Kesehatan guna mempercepat alur layanan.
Baca Juga: OJK Terbitkan POJK Baru Asuransi Kesehatan
Digitalisasi juga mencakup penerapan rekam medis elektronik dan pemanfaatan i-Care sebagai bagian dari penguatan layanan klinis berbasis data. Pada saat yang sama, BPJS Kesehatan memperkuat tata kelola teknologi informasi melalui peningkatan keamanan sistem dan keandalan layanan digital.
“Digitalisasi terhadap layanan juga berdampak terhadap waktu tunggu, meningkatkan efisiensi operasional faskes, memperkuat mutu layanan melalui rekam medis elektronik, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan peserta,” kata Edwin.
Selain memberikan apresiasi kepada fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada kantor wilayah dan kantor cabang yang dinilai aktif mendorong dan mengakselerasi transformasi digital layanan JKN di daerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BPJS Kesehatan dalam memastikan digitalisasi diterapkan secara merata dan berkelanjutan di seluruh ekosistem JKN.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri