Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cara Cegah Korupsi Ala Purbaya

        Cara Cegah Korupsi Ala Purbaya Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan cara untuk mencegah kasus korupsi berdasarkan konsep Fraud Triangle atau segitiga kecurangan.

        Purbaya mengatakan kepala suatu lembaga selain harus mengerti posisi seorang pegawai dalam kepemimpinannya, juga harus mengenalnya sebagai pribadi agar dapat mencegah potensi kecurangan melalui tanda-tanda dalam konsep Fraud Triangle.

        Baca Juga: Di WEF 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Kesejahteraan Rakyat, Reformasi, dan Perdamaian sebagai Pilar Masa Depan Indonesia

        Ini disampaikan Purbaya di depan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Kantor Wilayah Madya Pajak Jakarta Utara, Kamis (22/1/2026).

        Dalam teori tersebut yang pertama adalah tekanan.

        "Tekanan hidup, tekanan lingkungan, tekanan gaya hidup, kadang tidak kelihatan. Makanya pimpinan harus kenal orangnya, bukan cuma pekerjaannya," ujarnya, dikutip Jumat (23/1).

        Kemudian yang kedua merupakan kesempatan, sehingga harus ada penguatan sistem pengawasan dalam suatu lembaga, khususnya Kemenkeu.

        "Kalau pengawasan longgar, SOP bolong, kewenangan tidak dikendalikan. Maka kesempatan muncul, dan kalau kesempatan muncul, sudah itu. Tinggal tunggu niatnya," terangnya.

        Selanjutnya yang ketiga adalah pembenaran, yang merasa apapun kesalahan dapat dibenarkan dengan suatu perbuatan baik.

        "Ini yang paling bahaya. Cuma sekali, atau sudah biasa, atau kita bilang semua juga begitu. Atau, uang yang dikumpulkan dipakai untuk umroh atau naik haji dengan anggapan Tuhan memaafkan atau memutihkan itu. Itu yang menjadi salah satu yang berbahaya. Seperti bersih, tapi merugikan kita semua," papar Purbaya.

        Dirinya menilai jika perilaku tersebut ditoleransi dan tidak dihentikan, maka hanya akan menunggu waktu untuk kehancuran. Sehingga pimpinan harus mengetahui tanda-tanda ini untuk bisa mencegahnya lebih cepat.

        "Begitu pembenaran dibiarkan, organisasi pelan-pelan rusak dari dalam. makanya sekali-sekali lagi, pengendalian fraud triangle harus dimulai dari pimpinannya," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: