Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Naik Tajam, Saham BLUE dan ENZO Digembok Sementara

        Harga Naik Tajam, Saham BLUE dan ENZO Digembok Sementara Kredit Foto: Pixabay
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) dan PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO). Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai signifikan pada kedua saham tersebut.

        "Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BLUE dan ENZO, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham BLUE dan ENZO pada tanggal 27 Januari 2026," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono.

        Baca Juga: Mulai Tender Offer Saham BOGA, GX Archipelago Siapkan Rp1,41 Triliun

        Pada perdagangan Senin (26/1), saham BLUE ditutup menguat 6,93% ke level Rp6.175. Secara mingguan, saham ini telah melonjak 21,67%, bahkan mencatatkan kenaikan tajam hingga 112,93% dalam sebulan terakhir. Sementara itu, saham ENZO juga mencatat performa agresif dengan penutupan naik 9,71% ke Rp113. Dalam sepekan, ENZO menguat 43,04% dan melesat 151,11% dalam satu bulan.

        Penghentian sementara perdagangan berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. "Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya," ujar Yulianto.

        Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Loyo Usai Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

        Ia juga mengingatkan para pihak yang berkepentingan untuk selalu mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing Perseroan, agar keputusan investasi tetap didasarkan pada data yang akurat dan transparan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: