WhatsApp Rilis Fitur Keamanan Baru untuk Jurnalis hingga Tokoh Publik
Kredit Foto: Unsplash/Mourizal Zativa
Meta resmi memperkenalkan Advanced Account Protection, fitur keamanan baru WhatsApp yang disiapkan untuk melindungi jurnalis, aktivis, dan tokoh publik yang kerap menjadi sasaran serangan siber tingkat lanjut.
Kelompok pengguna ini dinilai memiliki risiko lebih tinggi menjadi korban peretasan, mulai dari penyadapan pesan hingga serangan spyware canggih yang menargetkan data pribadi dan komunikasi sensitif.
Secara konsep, Advanced Account Protection bekerja seperti Lockdown Mode di iPhone atau Advanced Protection di Android, yakni mengunci akun WhatsApp ke pengaturan keamanan paling ketat hanya dalam beberapa langkah sederhana.
Saat fitur ini diaktifkan, WhatsApp otomatis membatasi sejumlah fungsi akun guna meminimalkan celah serangan yang bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.
Salah satu pembatasan tersebut adalah pemblokiran lampiran serta media yang dikirim dari nomor yang tidak tersimpan di daftar kontak pengguna.
Selain itu, panggilan masuk dari nomor asing akan dibisukan secara otomatis agar pengguna tidak mudah menjadi target penipuan, pemancingan informasi, maupun upaya infiltrasi akun.
Dikutip dari The Hacker News, Rabu (28/1/2026), Meta menyebut fitur ini dirancang agar pengguna dapat meningkatkan perlindungan akun secara instan tanpa perlu mengatur opsi keamanan satu per satu secara manual.
Advanced Account Protection dapat diakses melalui menu *Pengaturan > Privasi > Lanjutan*, dan akan diluncurkan secara bertahap untuk pengguna WhatsApp di seluruh dunia dalam beberapa minggu ke depan.
Di luar fitur yang terlihat pengguna, Meta juga melakukan penguatan keamanan di balik layar dengan mulai mengadopsi bahasa pemrograman Rust untuk sistem berbagi media WhatsApp.
Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan perlindungan foto, video, dan pesan dari ancaman spyware, sekaligus menekan risiko kebocoran data akibat celah keamanan memori.
Meta menyebut adopsi Rust sebagai salah satu peluncuran global terbesar pustaka berbasis Rust yang pernah dilakukan perusahaan, dengan menghadirkan pustaka lintas platform bernama wamedia.
Penggunaan Rust menjadi bagian dari strategi keamanan tiga lapis Meta untuk mencegah eksploitasi memori yang selama ini kerap menjadi pintu masuk serangan siber di aplikasi perpesanan.
Sementara fokus pada keamanan, Meta juga tengah menguji model bisnis baru lewat rencana peluncuran layanan langganan premium untuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Mengutip laporan BBC, paket berbayar ini akan menawarkan fitur tambahan berbasis kecerdasan buatan yang tidak tersedia di versi gratis.
Fitur premium tersebut diklaim akan meningkatkan pengalaman komunikasi, pembuatan konten, serta pengelolaan aktivitas pengguna di dalam platform Meta.
Meski demikian, Meta menegaskan layanan inti Instagram, Facebook, dan WhatsApp tetap dapat digunakan secara gratis oleh seluruh pengguna.
Dalam rangkaian uji coba yang sama, Meta juga disebut sedang menyiapkan aplikasi pembuatan video berbasis AI bernama Vibes untuk membantu pengguna menuangkan ide kreatif secara lebih cepat dan visual.
Baca Juga: Komdigi Buka Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri tentang Kota Cerdas
Di sisi lain, pengembangan teknologi AI otonom juga semakin ramai, termasuk lewat Manus, perusahaan AI berbasis di Singapura yang mengembangkan agen AI untuk menyelesaikan tugas kompleks secara mandiri.
Di tengah ekspansi fitur AI dan rencana layanan berbayar, peluncuran Advanced Account Protection menegaskan fokus WhatsApp pada penguatan keamanan, terutama bagi pengguna yang berada di garis depan risiko serangan digital.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: