Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Iran buka suara terkait dengan syarat agar kapal-kapal tanker bisa aman dalam melewati jalur dari Selat Hormuz. Ia mengatakan mereka harus berkoordinasi dengan angkatan laut dari Teheran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan keamanan jalur tersebut sangat penting bagi pihaknya karena berkaitan langsung dengan stabilitas kawasan dari Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Salahkan Amerika Serikat Terkait Isu Selat Hormuz
“Keamanan Selat Hormuz sangat penting bagi kami karena keamanan negara kami terkait erat dengan keamanan kawasan,” kata Baghaei dikutip dari Mehr News Agency.
Baghaei menegaskan bahwa pihaknya memiliki garis pantai terpanjang di Teluk Persia dan Laut Oman. Hal tersebut membuat pihaknya menanggung biaya besar untuk menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.
Ia mengatakan kapal yang melintas sebaiknya melakukan koordinasi dengan angkatan lautnya agar keamanan maritim tetap terjaga.
“Ketidakamanan yang diciptakan oleh musuh dapat memengaruhi pergerakan kapal. Namun Iran tidak ingin selat ini menjadi tidak aman. Karena itu kapal-kapal harus berkoordinasi dengan angkatan laut Iran ketika melintas agar keamanan maritim tetap terjaga,” ujarnya.
Iran sendiri menegaskan bahwa pihaknya bukan penyebab ketegangan dari Selat Hormuz. Ia justru menyebut bahwa isu terkait jalur tersebut merupakan akibat tindakan militer dari Amerika Serikat.
Pihaknya menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati prinsip kebebasan navigasi sesuai dengan hukum laut internasional. Teheran mengatakan pihaknya berkomitmen pada aturan tersebut meskipun ketegangan dalam kawasan meningkat akibat konflik yang sedang berlangsung.
Ketegangan Selat Hormuz sendiri terjadi menyusul konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran. Kekhawatiran atas jalur tersebut memicu gangguan pasokan energi yang dapat berlangsung lama, bahkan membuat harga minyak dunia kembali melonjak di atas US$100.
Baca Juga: Israel Akan Gulingkan Rezim Mojtaba Khamenei di Iran
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global, dengan sekitar dua puluh persen pengiriman minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur sempit tersebut setiap hari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: