Rusia Tetiba Bersiap Evakuasi Staff Nuklirnya dari Iran, Tanda Bakal Perang?
Kredit Foto: Reuters/David W Cerny
Rusia menyatakan siap mengevakuasi stafnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran. Hal ini menyusul memburuknya hubungan negara itu dengan Amerika Serikat (AS).
Kepala Rosatom, Alexei Likhachev mengatakan bahwa staff dari negaranya bekerja dalam satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang saat ini beroperasi di Iran.
Baca Juga: Sharaa Temui Putin, Bakal Tentukan Nasib Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Likhachev menegaskan bahwa pihaknya berharap semua pihak yang terlibat konflik tetap menghormati keamanan dan keutuhan wilayah dari Bushehr.
“Kami sungguh berharap para pihak yang berkonflik akan mematuhi komitmen mereka terkait inviolabilitas wilayah ini,” kata Likhachev di TASS, Jumat (30/1).
“Namun, kami tetap waspada dan, bersama pemerintah siap melakukan evakuasi jika diperlukan," tambahnya.
Likhachev memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir dapat memicu bencana nuklir setara tragedi dari Chernobyl 1986.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengacam akan kembali menyerang jika tidak ada negosiasi terkait nuklir bersama dengan Iran. Ia memperingatkan bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih berat.
Baca Juga: China dan Xi Jinping Disebut Punya Kunci Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Adapun Iran secara konsisten membantah tuduhan bahwa pihaknya mengembangkan senjata nuklir. Rusia juga menegaskan dukungannya terhadap hak negara tersebut untuk menggunakan energi nuklir secara damai, sesuai dengan hukum internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: