Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rusia Merasa Terpojok, Ngambek Gegara Inggris dan Prancis Mau Kirim Pasukan ke Ukraina

Rusia Merasa Terpojok, Ngambek Gegara Inggris dan Prancis Mau Kirim Pasukan ke Ukraina Kredit Foto: Getty Images
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rusia mengecam rencana pengerahan pasukan dari Inggris dan Prancis ke Ukraina. Menurutnya, hal tersebut akan memperpanjang konflik dari Moskow dan Kiev.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa langkah tersebut berpotensi meningkatkan risiko konfrontasi militer berskala besar yang melibatkan lebih banyak negara.

Baca Juga: Presiden China Ungkap Kunci Damaikan Rusia dan Ukraina

“Pengerahan pasukan asing tidak akan mengakhiri perang, melainkan memperpanjang konflik dan meningkatkan risiko konfrontasi militer skala besar yang melibatkan lebih banyak negara,” ujar Zakharova, dikutip dari Reuters.

Moskow juga menegaskan bahwa setiap pasukan asing yang ditempatkan dalam wilayah musuhnya akan dianggap sebagai target sah untuk militer dari Rusia.

Sebelumnya, Inggris dan Prancis menyatakan kesiapan mereka untuk mengirim pasukan setelah tercapai gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keamanan pascaperdamaian.

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey bahkan menyatakan keinginannya menjadi menteri pertahanan yang mengerahkan pasukan dari Inggris ke Ukraina.

“Saya ingin menjadi menteri pertahanan yang mengerahkan pasukan Inggris ke Ukraina. Hal itu karena itu berarti perang ini akhirnya berakhir,” kata Healey.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu maupun skema pengerahan pasukan dari Inggris dan Prancis. 

Baca Juga: Rusia Ketar-ketir, Sebut Ukraina Diam-diam Incar Senjata Nuklir

Konflik Rusia-Ukraina sendiri telah berlangsung selama lebih dari dua tahun dan terus menjadi perhatian global. Setiap potensi keterlibatan langsung negara asing berisiko memperluas konflik ke skala internasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: