Kredit Foto: Summarecon
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melalui unit bisnisnya, Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, menjajaki kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat (Kembangan-Balaraja) bersama PT MRT Jakarta (Perseroda). Penjajakan ini membuka peluang integrasi dua kawasan kota terpadu Summarecon di wilayah Banten dengan jaringan MRT lintas barat Jakarta dan Banten.
Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud dengan Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan. Penandatanganan dilakukan di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta dan disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta President Director Summarecon Adrianto P. Adhi.
Melalui MoU tersebut, Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang diproyeksikan terintegrasi dengan MRT Koridor Timur-Barat bersama sejumlah kawasan lain di wilayah Barat Jakarta dan Banten. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan efisiensi, efektivitas interkoneksi, serta integrasi dengan kawasan.
Baca Juga: Bidik Pasar Jabodetabek, Christy Ng Buka Gerai Kelima di Summarecon Mall Bekasi
Nota Kesepahaman tersebut bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal diskusi, koordinasi, serta pertukaran data antara para pihak sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Kajian bersama akan mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko pengembangan koridor Kembangan-Balaraja.
Sebagai tindak lanjut, Summarecon dan MRT Jakarta akan membentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat.
President Director Summarecon Adrianto P. Adhi menyatakan penguatan konektivitas transportasi publik merupakan fondasi penting dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.
“Konektivitas transportasi publik merupakan salah satu fondasi dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan. Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal untuk mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Adrianto.
Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur mengatakan keterhubungan kawasan dengan MRT Koridor Timur-Barat akan memperkuat ekosistem kota yang telah terbentuk.
“Summarecon Serpong merupakan kawasan yang telah tumbuh dan hidup, dengan basis penghuni yang kuat serta dinamika aktivitas kota yang terus berkembang. Keterhubungan dengan MRT Koridor Timur-Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk,” kata Albert.
Baca Juga: Summarecon (SMRA) Setor Modal Rp30,3 Miliar ke Lima Anak Usaha
Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan menyebut integrasi dengan MRT menjadi fondasi pengembangan kawasan sejak tahap awal.
“Integrasi dengan MRT Koridor Timur-Barat menjadi fondasi penting agar Summarecon Tangerang sejak awal berkembang sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi massal sehingga akan terus berkembang dan berkelanjutan,” ujar Hindarko.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menyatakan dukungan pengembang swasta dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan jaringan MRT lintas kawasan.
“Kami menyadari untuk mewujudkan percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya,” kata Tuhiyat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: