Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Pendanaan global sektor teknologi asuransi (InsurTech) mencapai US$5,08 miliar atau setara Rp85,7 triliun sepanjang 2025, naik hampir 20% secara tahunan (year on year/YoY). Kenaikan ini menandai pulihnya minat investor terhadap InsurTech, terutama yang berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), di tengah percepatan transformasi digital industri keuangan global.
Data tersebut tercantum dalam laporan terbaru Gallagher Re yang dikutip Reinsurance News, Rabu (18/2/2026). Lonjakan pendanaan paling tajam terjadi pada kuartal IV/2025, dengan nilai investasi mencapai US$1,68 miliar atau setara Rp28,36 triliun. Angka ini melonjak 66,8% dibandingkan kuartal sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak kuartal III/2022.
Gallagher Re mencatat, penguatan pendanaan pada kuartal akhir tersebut menjadi faktor kunci yang menopang pertumbuhan pendanaan InsurTech secara tahunan. Arus modal investor kembali masuk setelah periode koreksi panjang sejak 2022, seiring meningkatnya selektivitas terhadap model bisnis yang dinilai matang dan berkelanjutan.
Sebagian besar pendanaan sepanjang 2025 mengalir ke perusahaan InsurTech berbasis AI. Total dana yang dihimpun segmen ini mencapai US$3,35 miliar atau sekitar 66% dari total pendanaan InsurTech global, melalui 227 transaksi. Khusus pada kuartal IV/2025, InsurTech berbasis AI membukukan pendanaan sebesar US$1,31 miliar atau setara Rp22,1 triliun dari 66 kesepakatan.
Baca Juga: Pertama di Indonesia, Kinsure dan Simas Insurtech Hadirkan Asuransi Medis untuk Hewan Peliharaan
Selain AI, meningkatnya transaksi bernilai besar atau mega round turut mendorong pemulihan pendanaan. Sepanjang 2025, jumlah transaksi di atas US$100 juta tercatat sebanyak 11 kesepakatan, naik dari enam transaksi pada 2024. Total nilai transaksi kategori ini mencapai US$1,43 miliar atau setara Rp24,14 triliun.
Gallagher Re menilai kenaikan jumlah dan nilai mega round mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan InsurTech, khususnya pada perusahaan dengan skala bisnis jelas, adopsi teknologi yang kuat, serta kemampuan monetisasi yang lebih terukur.
Dari sisi pelaku industri, perusahaan asuransi dan reasuransi tercatat semakin aktif berinvestasi. Sepanjang 2025, sektor ini melakukan 162 investasi ke perusahaan InsurTech, menjadi jumlah tertinggi sepanjang periode pencatatan Gallagher Re. Keterlibatan langsung pemain industri dinilai memperkuat sinyal bahwa InsurTech tidak lagi diposisikan sekadar sebagai eksperimen teknologi, melainkan bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang.
Secara keseluruhan, kenaikan pendanaan hampir 20% secara tahunan, lonjakan signifikan pada kuartal IV/2025, serta dominasi AI dan mega round menunjukkan dinamika baru dalam ekosistem InsurTech global. Setelah periode tekanan dan penyesuaian valuasi, sektor ini mulai memasuki fase konsolidasi dengan basis investasi yang lebih selektif dan terfokus.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri