Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Presiden Prabowo Batal Bubarkan Bea Cukai Usai Melihat Adanya Perbaikan

Presiden Prabowo Batal Bubarkan Bea Cukai Usai Melihat Adanya Perbaikan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan melihat adanya perbaikan kinerja di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara pelantikan pejabat hari ini.

Presiden sebelumnya sempat berencana mengalihkan kewenangan Bea Cukai kepada perusahaan inspeksi asal Swiss. Perusahaan tersebut adalah Societe Generale de Surveillance atau dikenal sebagai SGS.

Menteri Keuangan menyebutkan bahwa Presiden Prabowo kini telah berubah pikiran mengenai rencana tersebut. Perubahan sikap ini terjadi setelah dilakukannya pembenahan internal di lingkungan otoritas kepabeanan.

Rapat di Istana beberapa minggu lalu menjadi momen perubahan pandangan Kepala Negara. “Kemarin sudah beda, ternyata ada perbaikan,” ujar Purbaya menirukan pernyataan Presiden pada Selasa (10/3/2026).

Purbaya mengonfirmasi adanya kemajuan signifikan pada pembenahan di lingkungan kepabeanan dan cukai. Otoritas tersebut sebelumnya sempat mendapatkan ancaman pembekuan kewenangan dari Presiden.

Apresiasi dari Presiden dianggap sebagai sebuah penghargaan luar biasa bagi jajaran kementerian. Hal ini menjadi motivasi bagi otoritas terkait untuk terus melakukan langkah-langkah pembersihan internal.

Selain Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pajak juga mendapatkan sorotan positif dari Presiden. Kepala Negara mengapresiasi kinerja pengumpulan penerimaan negara yang menunjukkan hasil menggembirakan.

Penerimaan pajak pada periode Januari hingga Februari 2026 mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi. Pertumbuhan tersebut dilaporkan mencapai lebih dari 30 persen secara tahunan atau year-on-year.

Baca Juga: Para Ekonom Mengapresiasi Langkah Menkeu dan Bea Cukai Tambal Kebocoran Pendapatan Negara di Perhiasan Emas Impor

Kenaikan setoran pajak tersebut merupakan hasil dari upaya pengetatan dan pembenahan sistem. Presiden menilai jajaran pajak mampu memberikan respons positif setelah mendapatkan arahan yang tegas.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga tren positif dalam penerimaan negara di masa depan. Stabilitas institusi pemungut pajak dan cukai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan fiskal nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat