Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Dagang, Tarif RI Tetap 19%

        Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Dagang, Tarif RI Tetap 19% Kredit Foto: BPMI Setpres
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Donald Trump resmi menandatangani kerja sama Agreement of Reciprocal Trade dalam dokumen “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”.

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa dokumen perjanjian tersebut juga ditindaklanjuti bersama kantor Office of the United States Trade Representative melalui Duta Besar Jamison Greer.

        “Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Jumat (20/2/2026). 

        Menurut Airlangga, kerja sama ini menjadi salah satu perjanjian yang membentuk Council of Trade and Investment, yakni forum ekonomi bilateral yang akan membahas isu investasi dan perdagangan kedua negara.

        Baca Juga: Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Dagang, Tarif RI Tetap 19%

        “Dan ini hasil daripada Agreement of Reciprocal Trade, sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika nanti akan dibahas dulu di dalam Council of Trade apabila terjadi kenaikan yang di luar terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca daripada kedua negara,” urainya. 

        Dalam skema tersebut, AS mempertahankan tarif resiprokal sebesar 19% untuk produk Indonesia ke pasar AS. Namun, terdapat sejumlah produk yang mendapat tarif 0%. 

        Tercatat terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia baik sektor pertanian maupun industri yang memperoleh fasilitas bebas bea masuk ke AS.

        “Baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%,” urainya. 

        Khusus produk tekstil dan apparel Indonesia, pemerintah AS juga memberikan tarif 0% melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).

        “Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” ucapnya.

        Sebagai timbal balik, Indonesia berkomitmen memberi fasilitas tarif nol persen bagi produk AS, terutama komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Dengan demikian, bahan baku impor tersebut tidak menambah beban biaya bagi masyarakat.

        “Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe,” terangnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: