Lagi-lagi, Indonesia Masuk Daftar Negara Terduga Lakukan Praktik Dagang Tak Adil ke Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat (AS) meluncurkan penyelidikan terhadap enam belas mitra dagang utama atas dugaan praktik perdagangan tidak adil. Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam daftar tersebut.
Dikutip dari Reuters, Amerika Serikat melakukan investigasi tersebut menggunakan aturan Section 301 dari Trade Act 1974. Kebijakan tersebut memberi kewenangan kepada pemerintah untuk menjatuhkan tarif atau tindakan balasan terhadap negara yang dianggap melakukan praktik perdagangan merugikan ke Negeri Paman Sam.
Baca Juga: Lawan Iran, Trump Klaim Amerika Serikat Menang dalam Satu Jam: 58 Kapal Sudah Hancur
Langkah penyelidikan ini menjadi bagian dari upaya mereka untuk memulihkan kebijakan tarif yang sebelumnya dibatalkan oleh U.S. Supreme Court.
Amerika Serikat menilai kebijakan perdagangan sejumlah negara tersebut membuat produknya sulit bersaing dan menyebabkan defisit perdagangan yang besar.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, berikut enam belas mitra dagang yang menjadi objek penyelidikan beserta nilai surplus atau defisit perdagangan barang dengan Amerika Serikat di 2025:
| Negara / Kawasan | Surplus/Defisit Perdagangan 2025 (US$ juta) | Surplus/Defisit 2024 (US$ juta) | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Uni Eropa | 218.750 | 235.874 | -17.124 |
| China | 202.071 | 295.515 | -93.444 |
| Meksiko | 196.913 | 171.491 | +25.422 |
| Vietnam | 178.183 | 123.457 | +54.726 |
| Taiwan | 146.756 | 73.718 | +73.038 |
| Thailand | 71.856 | 45.492 | +26.364 |
| Jepang | 63.883 | 69.392 | -5.509 |
| India | 58.216 | 45.801 | +12.415 |
| Korea Selatan | 56.416 | 65.967 | -9.551 |
| Swiss | 34.304 | 38.283 | -3.979 |
| Malaysia | 30.791 | 24.854 | +5.937 |
| Indonesia | 23.716 | 17.893 | +5.823 |
| Kamboja | 14.928 | 12.327 | +2.601 |
| Bangladesh | 7.146 | 6.063 | +1.083 |
| Norwegia | 2.069 | 2.043 | +26 |
| Singapura | -3.553 | -1.855 | -1.698 |
Dari daftar tersebut, hampir seluruh negara mencatatkan surplus perdagangan terhadap Amerika Serikat. Singapura di sisi lain justru mengalami defisit.
Adapun Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar US$23,7 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$17,9 miliar. Kenaikan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang disorot dalam investigasi perdagangan dari AS.
Sebelumnya Indonesia dan Amerika Serikat telah sepakat terkait kebijakan perdagangan kedua negara. Amerika Serikat sepakat menurunkan tarif barang asal Indonesia ke 19%. Sementara Indonesia menghapus hambatan tarif bagi produk-produk dari AS.
Kini Amerika Serikat, jika investigasi mereka menemukan adanya praktik perdagangan yang dianggap merugikan, berpotensi memberlakukan tarif tambahan atau tindakan balasan perdagangan terhadap negara-negara tersebut.
Baca Juga: Kas Amerika Serikat Digerus Perang Iran: Ratusan Triliun Lenyap dalam Seminggu
Langkah ini dapat memicu ketegangan baru dalam perdagangan global, terutama di tengah kondisi geopolitik yang sudah memanas akibat konflik di Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: