Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ketegangan Regional di Wilayah Teluk Berlanjut

Ketegangan Regional di Wilayah Teluk Berlanjut Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Situasi politik dan keamanan di Iran semakin memanas setelah laporan menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengalami luka ringan karena serangan udara dari Israel dan Amerika Serikat (AS).

Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat Iran kepada kantor berita Reuters. Sebelumnya pada fase awal konflik serangan asimetris dari AS-Israel telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, bersama istri, menantu perempuan, serta seorang cucunya.

Di sisi lain, militer Iran mengklaim telah meluncurkan serangan balasan berupa rudal ke berbagai target di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan militer Amerika Serikat di Irak utara dan sasaran di wilayah Israel tengah.

Ketegangan regional juga terasa di negara-negara Teluk. Ledakan dilaporkan terdengar di Bahrain, sementara di Dubai empat orang dilaporkan terluka setelah dua drone jatuh di dekat bandara.

Di ibu kota Teheran, warga mulai terbiasa dengan serangan udara yang terjadi hampir setiap malam. Situasi tersebut memicu eksodus ratusan ribu orang yang memilih meninggalkan kota menuju daerah pedesaan.

Kebakaran fasilitas minyak bahkan dilaporkan menyebabkan fenomena "hujan hitam" akibat asap tebal yang mencemari udara.

"Ada pemboman tadi malam, tetapi saya tidak takut seperti sebelumnya. Hidup harus terus berjalan," kata seorang warga bernama Farshid, 52 tahun, dikutip dari Reuters.

Israel Tegaskan Operasi Tanpa Batas Waktu

Sementara itu, seruan Presiden AS Donald Trump agar rakyat Iran bangkit melawan pemerintah belum menunjukkan dampak berarti. Harapan Washington dan Tel Aviv bahwa sistem pemerintahan ulama di Iran akan runtuh akibat protes massal juga belum terwujud.

Kepala Kepolisian Iran, Ahmadreza Radan, bahkan memperingatkan bahwa siapa pun yang turun ke jalan akan diperlakukan sebagai musuh negara.

Di pihak lain, sejumlah pejabat senior Israel mengakui bahwa sistem pemerintahan Iran kemungkinan masih dapat bertahan meski konflik berlanjut.

Menurut pejabat Amerika Serikat dan Israel, tujuan operasi militer saat ini adalah menghentikan kemampuan Iran memproyeksikan kekuatan militernya di luar negeri serta menghancurkan program nuklir negara tersebut.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan operasi militer akan terus dilanjutkan tanpa batas waktu.

"Operasi ini akan berlanjut selama diperlukan sampai semua tujuan tercapai dan kami memenangkan kampanye ini,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: