Kredit Foto: WE
Panin Dai-ichi Life menyerahkan klaim sebesar Rp5,5 miliar kepada perwakilan ahli waris peserta di Bandung. Pembayaran ini merupakan manfaat uang pertanggungan dari produk Panin Guaranteed Capital Plus dan Panin New Multilinked dengan tambahan Additional Life Cover. Pembayaran klaim ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memberikan pelindungan finansial dan sesuai dengan ketentuan polis.
Penyerahan klaim dilakukan secara simbolis oleh perwakilan manajemen Panin Dai-ichi Life, Andre Yoginata selaku Head of Marketing and Corporate Communications, yang didampingi oleh Rafael Hernawan Kuntjoro sebagai Business Development Director, kepada perwakilan ahli waris yang turut didampingi oleh Martino Gunawan selaku Business Developer di Kantor Pemasaran Bandung (20/2).
Di tempat terpisah, Presiden Direktur Panin Dai-ichi Life, Fadjar Gunawan menegaskan, Pembayaran klaim ini mencerminkan peran penting asuransi jiwa dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, khususnya pada saat menghadapi risiko kehidupan yang tidak terduga. Melalui pembayaran klaim yang transparan dan akuntabel, Panin Dai-ichi Life menegaskan komitmennya dalam membangun kepercayaan nasabah sekaligus mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia akan pentingnya asuransi jiwa dalam perencanaan keuangan pribadi dan keluarga.
“Pembayaran klaim merupakan bagian dari komitmen perusahaan asuransi jiwa kepada nasabah. Kegiatan penyerahan klaim seperti ini menjadi penegasan bahwa setiap janji pelindungan yang kami berikan dijalankan secara nyata, transparan, dan sesuai regulasi," ujar Fadjar Gunawan.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Panin Dai-ichi Life telah membayarkan total klaim konvensional lebih dari Rp841 miliar yang meliputi klaim kesehatan, klaim tutup usia, dan klaim penyakit kritis. Nilai ini menunjukkan besarnya peran nyata perusahaan dalam memberikan pelindungan finansial kepada para nasabahnya.
Secara kinerja, hingga 31 Januari 2026 Panin Dai-ichi Life mencatatkan total aset konvensional sebesar Rp9,9 triliun dengan rasio solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) sebesar 1.099,26%, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%. Kondisi RBC yang kuat mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban kepada pemegang polis secara berkelanjutan.
”Dengan fundamental keuangan yang kuat, kami memastikan bahwa hak nasabah terpenuhi karena itu menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan finansial keluarga Indonesia. Kami senantiasa mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan literasi keuangan dan memahami pentingnya perencanaan pelindungan atau asuransi jiwa sebagai bagian dari strategi ketahanan ekonomi jangka panjang," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: