Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Sepekan Menghijau, Kapitalisasi Pasar Capai Rp14.941 Triliun

        IHSG Sepekan Menghijau, Kapitalisasi Pasar Capai Rp14.941 Triliun Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan pendek 18—20 Februari 2026 berakhir di zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,72% ke level 8.271,767, naik dari posisi 8.212,271 pada pekan sebelumnya.

        Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa kinerja positif tersebut turut mengerek kapitalisasi pasar BEI sebesar 0,35% menjadi Rp14.941 triliun, dibandingkan Rp14.889 triliun pada pekan lalu.

        Aktivitas perdagangan juga semakin semarak. Rata-rata frekuensi transaksi harian melonjak 11,99% menjadi 3,06 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,73 juta kali transaksi.

        "Peningkatan turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini, yaitu sebesar 3,87% menjadi 47 miliar lembar saham dari 45,24 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga turut meningkat, yaitu sebesar 3,02% menjadi Rp23,89 triliun dari Rp23,19 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar. 

        Dari sisi aliran dana, investor asing pada Jumat (20/2) membukukan beli bersih sebesar Rp240,57 miliar. Namun secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih Rp14,42 triliun.

        Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Lesu ke Level 8.271, Saham Prajogo Berguguran!

        Tak hanya di pasar saham, pasar surat utang juga mencatat perkembangan. Selama periode 16—20 Februari 2026, terdapat satu pencatatan obligasi baru di BEI.

        Pada Rabu (18/2), Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk resmi melantai di bursa. 

        Dengan tambahan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2025 mencapai 20 emisi dari 13 emiten senilai Rp15,71 triliun.

        Secara keseluruhan, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI kini mencapai 672 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp549,76 triliun dan USD134,010595 juta dari 133 emiten.

        Baca Juga: BEI Sudah Finalisasi Aturan Free Float 15% dan Pengungkapan Pemegang Saham 1%

        "Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta. Selain itu, BEI juga mencatat Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,69 triliun," ujar Kautsar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: