Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Minyak Mentah Dunia Berpotensi Tembus US$105,13 per Barrel Saat Libur Lebaran

Harga Minyak Mentah Dunia Berpotensi Tembus US$105,13 per Barrel Saat Libur Lebaran Kredit Foto: Pixabay/jdblack
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak mentah dunia masih bergerak di level tinggi menjelang periode libur panjang Lebaran 2026. Pada penutupan perdagangan terakhir, harga crude oil tercatat berada di kisaran US$97,31 per barrel.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan jika terjadi koreksi, harga minyak mentah diperkirakan akan menguji level support pertama di kisaran US$93,74 per barrel. Apabila tekanan berlanjut, support kedua diperkirakan berada di level US$89,55 per barrel.

Namun apabila harga kembali menguat, crude oil berpotensi menguji level resistance pertama di sekitar US$100,55per barrel. Jika momentum kenaikan berlanjut, harga minyak bahkan dapat menembus resistance berikutnya di kisaran US$105,13 per barrel.

"Apabila naik lagi, resisten kedua yaitu di US$105,13 per barel dan ini mungkin akan terjadi pada saat libur Idulfitri," ujar Ibrahim dalam pernyataannya, kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).

Ibrahim menuturkan sentimen utama penguatan harga minyak mentah datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi global.

Saat ini harga Brent Crude Oil bahkan dilaporkan telah mendekati level US$99 per barel. Level tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

"Saya melihat bahwa ada kemungkinan besar crude oil ini masih akan terus mengalami kenaikan, apalagi brand crude oil, brand ini mengindikasikan bahwa penutupan Selat Hormuz ini sangat vital sekali, sangat berpengaruh sekali terhadap kenaikan harga minyak mentah," jelas Ibrahim.

Di sisi lain, lanjut Ibrahim, upaya stabilisasi pasokan sebenarnya telah disiapkan oleh International Energy Agency (IEA) yang disebut siap melakukan operasi pasar dengan melepas sekitar 400 juta barel cadangan minyak. Rusia juga berencana menambah pasokan minyak mentah ke pasar global.

Namun langkah tersebut dinilai belum cukup untuk meredam kekhawatiran pasar. Sehingga ada kemungkinan harga minyak mentah tetap mengalami peningkatan selama periode libur Lebaran.

"Ada kemungkinan bahwa harga minyak, di ]inggu depan, apalagi di hari Rabu, Kamis, Jumat itu sudah memasuki libur, libur panjang dan kemungkinan besar fluktuasinya akan cukup besar," ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: