Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Siasat Amerika Serikat (AS) Terbongkar: Trump Gunakan 'Irak Playbook' Demi Serang Iran

        Siasat Amerika Serikat (AS) Terbongkar: Trump Gunakan 'Irak Playbook' Demi Serang Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat (AS) terus menekankan kepada dunia bahayanya teknologi nuklir jika dimiliki oleh Iran. Namun manuver tersebut dinilai sebagai upaya negara tersebut untuk kembali menggalang dukungan demi melakuakan invasi seperti yang dilakukannya ke Iran di 2003.

        Mantan Perdana Menteri Swedia, Carl Bildt membandingkan tuduhan terbaru terkait pengembangan rudal jarak jauh dari Iran. Menurutnya, ada kemiripan dari hal tersebut dengan laporan keliru tentang kepemilikan senjata pemusnah massal dari Irak di 2003.

        Baca Juga: Berencana Serang Teheran, Amerika Serikat (AS) Mulai Rekrut Simpatisan di Iran

        Bildt menyatakan dirinya ragu bahwa rudal balistik antarbenua, apalagi yang dapat membawa hulu ledak nuklir, tengah dikembangkan oleh Iran.

        “Saya tidak melihat indikasi bahwa merekasedang mengembangkan rudal balistik antarbenua. Klaim bahwa mereka memiliki rudal yang mampu menjangkau blok euro juga sangat patut dipertanyakan,” ungkap Bildt di X.

        Ia menambahkan bahwa narasi yang berkembang saat ini mulai mengingatkannya pada situasi menjelang perang dari Amerika Serikat dan Irak di 2003.

        Pada Januari 2003, George W. Bush yang menjabat sebagai presiden pada saat itu, memperingatkan legislatif tentang ancaman besar dan senjata pemusnah massal yang tengah dikembangkan oleh Irak. Narasi tersebut menjadi dasar bagi invasi militer yang kemudian membuat dunia geram karena tak ada bukti senjata pemusnah massal dikembangkan oleh Baghdad.

        Dua dekade lebih berselang, kini hal tersebut dilakukan kembali oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menggunakan pidato kenegaraannya untuk menyoroti ancaman bahaya nuklir dari Iran.

        Trump menyatakan bahwa ia tidak akan membiarkan negara tersebut mengembangkan teknologi nuklir, dengan menuding mereka mendukung kelompok militan di Timur Tengah.

        “Rezim Iran dan proksi-proksi mematikannya tidak menyebarkan apa pun selain terorisme, kematian dan kebencian,” ujar Trump dalam pernyataannya.

        Iran juga dituduh kembali mengejar ambisi nuklir serta mengembangkan rudal yang suatu saat mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.

        “Mereka ingin memulai semuanya dari awal, dan saat ini kembali mengejar ambisi gelap mereka,” kata Trump.

        Baca Juga: Investor Waspada, Perang Dagang China-Amerika Serikat (AS) Akan Kembali Berkobar

        Iran sendiri secara konsisten membantah tuduhan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk pengembangan senjata. Teheran menyatakan kegiatan nuklirnya bertujuan untuk kepentingan energi sipil dan riset.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: