Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Merosot! Ekonom AS Bongkar Basis Pendukung Mulai Lari

Trump Merosot! Ekonom AS Bongkar Basis Pendukung Mulai Lari Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, menilai popularitas Presiden AS Donald Trump tengah merosot tajam.

Hanke menyebut basis pendukung loyal Trump mulai berbalik arah. Tingkat persetujuan Trump di kalangan pemilih kulit putih tanpa gelar sarjana turun 14 poin, sementara approval rating terkait ekonomi jatuh 19 poin.

"Basis pendukung setia Trump sedang BERBALIK MENENTANGNYA. Sejak menjabat, tingkat persetujuan Trump di kalangan pemilih kulit putih tanpa gelar sarjana telah TURUN sebesar 14 poin persentase, sementara tingkat persetujuannya terhadap ekonomi telah MEROSOT SEBANYAK 19 poin persentase. TRUMP SEDANG MEROSOT," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (15/6).

Sebagai informasi, kelompok pekerja kerah biru berkulit putih merupakan jangkar politik yang memenangkan Trump sejak Pemilu 2016 hingga 2024. Namun, menurut survei CNN dan SSRS, tingkat kepercayaan mereka anjlok signifikan.

1. Awal Periode Kedua (Februari 2025): Tingkat kepuasan (approval rating) kelompok ini terhadap Trump berada di angka yang sangat tinggi, yaitu 63%.

2. Pertengahan 2026: Angka tersebut merosot drastis sebanyak 14 poin persentase, sehingga kini menyentuh 49%.

3. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, persentase kelompok ini yang tidak puas (50%) lebih tinggi daripada yang puas (49%), membuat net-approval Trump di kalangan basis utamanya berubah menjadi minus.

Baca Juga: 'Trump Harus Kendalikan Netanyahu,' Israel Dituding Jadi Tantangan Besar Perdamaian Iran dan Amerika

Sementara untuk penurunan persepsi publik pada penanganan ekonomi bahkan jauh lebih parah, didorong oleh ketidakpuasan pemilih non-partisan serta faksi Republik non-MAGA. 

Berdasarkan survei ekonomi berkala (seperti indeks dari CNBC), terjadi penurunan hingga 19 poin persentase di beberapa sub-sektor kepuasan pendukung akibat kebijakan makro yang berjalan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya