Lulusan SMA-SMK Bisa Dapat Rp20 Ribu per Hari dari Pelatihan Vokasi, Ini Syaratnya!
Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
Pemerintah membuka peluang bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat dalam tiga tahun terakhir untuk meningkatkan keterampilan melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional. Program ini menyediakan sejumlah fasilitas selama masa pelatihan guna mendorong kesiapan kerja peserta.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan setiap peserta akan menerima uang transport sebesar Rp20.000 per hari. Selain itu, pemerintah juga menyediakan makan siang selama pelatihan berlangsung.
“Kita minta adik-adik lulusan SMA, SMK sederajat dalam tiga tahun terakhir bisa memanfaatkan ini. Tadi fasilitas disampaikan ada makan siang. Ada uang transport Rp20 ribu per orang per hari,” ujar Yassierli di kantornya, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Menaker Bakal Temui Preabowo Bahas soal THR dan BHR
Tidak hanya fasilitas tersebut, peserta juga akan didaftarkan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Pemerintah juga menyiapkan sertifikasi kompetensi berbasis standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi peserta yang lulus pelatihan.
Menurut Yassierli, sertifikasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing lulusan SMA dan SMK di pasar kerja. “Inilah upaya kita untuk mendorong mereka memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui. Sehingga kita berharap memudahkan mereka untuk bisa bekerja,” katanya.
Pada tahap pertama atau batch 1, Program Pelatihan Vokasi Nasional akan menampung 20.000 peserta. Pemerintah menegaskan pelatihan ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi seluruh peserta yang lolos seleksi.
Program ini menjadi alternatif selain skema magang nasional yang selama ini lebih banyak menyasar lulusan perguruan tinggi. Pemerintah membuka jalur pelatihan tersendiri bagi lulusan pendidikan menengah agar memiliki akses peningkatan keterampilan yang setara.
“Jadi selain ada program magang nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kita juga memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK,” ujar Yassierli.
Baca Juga: Purbaya Buka-bukaan Nominal THR ASN 2026
Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan kompetensi teknis lulusan SMA dan SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja, sekaligus memperluas akses pelatihan berbasis kebutuhan industri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: