'Masuk Level Sangat Berbahaya,' Amerika Serikat Jadi Target Spionase Israel di Tengah Perang Iran
Kredit Foto: Istimewa
Ketegangan akibat perang Iran ternyata mulai merembet ke hubungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pentagon dilaporkan telah menaikkan tingkat ancaman kontraintelijen terhadap Israel ke level "kritis", level tertinggi dalam penilaian risiko spionase yang dilakukan lembaga pertahanan AS.
Langkah tersebut diambil setelah muncul kekhawatiran bahwa Israel secara aktif berupaya mengumpulkan informasi rahasia dari pejabat tinggi pemerintahan Presiden Donald Trump terkait pengambilan keputusan Amerika dalam konflik Timur Tengah.
Baca Juga: 'Kami Mencari Perdamaian,' Iran Akhirnya Kantongi Visa dari Amerika untuk Tampil di Piala Dunia 2026
Dikutip dari Al Jazaeera, Menurut laporan yang mengutip dua pejabat aktif dan seorang mantan pejabat AS, Badan Intelijen Pertahanan Pentagon (Defense Intelligence Agency/DIA) telah menerbitkan pemberitahuan internal yang mengubah status ancaman Israel menjadi kategori paling serius.
Penilaian tersebut didasarkan pada dugaan bahwa Israel berusaha memperoleh informasi mengenai pembahasan internal Gedung Putih terkait perang Iran dan kebijakan Amerika di kawasan.
Sumber yang mengetahui dokumen tersebut menyebut DIA bahkan menyusun laporan setebal tujuh halaman yang memuat sejumlah insiden spesifik yang meningkatkan kekhawatiran Washington.
Dalam dokumen itu, kemampuan Israel melakukan spionase manusia (human intelligence) maupun pengumpulan informasi melalui teknologi disebut telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
Pejabat AS yang mengetahui isi laporan tersebut mengatakan kemampuan intelijen Israel kini dinilai berada pada level "kritis", baik dalam merekrut sumber informasi maupun melakukan pengawasan teknis.
Kekhawatiran tersebut menunjukkan bahwa perang Iran tidak hanya memunculkan ancaman dari pihak musuh Amerika, tetapi juga membuat Washington semakin waspada terhadap aktivitas intelijen dari negara-negara sekutunya sendiri.
"Amerika Serikat selama ini memang sudah menerapkan langkah pengamanan ekstra ketika berkunjung ke Israel," kata salah satu pejabat AS yang dikutip dalam laporan tersebut.
Menurutnya, aparat keamanan dan intelijen Amerika sudah lama memahami reputasi Israel sebagai salah satu negara dengan kemampuan pengumpulan informasi paling agresif di dunia.
"Mereka dikenal sangat agresif dalam mengumpulkan informasi," ujarnya.
Meningkatnya status ancaman ini menjadi perkembangan yang tidak biasa mengingat Israel selama puluhan tahun merupakan sekutu terdekat Amerika Serikat di Timur Tengah.
Namun di tengah perang Iran yang semakin kompleks, Washington tampaknya tidak ingin mengambil risiko kebocoran informasi strategis, termasuk kepada negara-negara yang selama ini berada di pihak yang sama.
Baca Juga: 'Jauh dari Perkiraan US$300/Barel,' Amerika Santai Hadapi Ledakan Harga Minyak Akibat Perang Iran
Langkah Pentagon tersebut sekaligus menunjukkan bahwa konflik Iran telah menciptakan tingkat sensitivitas baru di lingkungan keamanan nasional Amerika, di mana bahkan aktivitas intelijen dari sekutu dekat kini diperlakukan sebagai ancaman yang perlu diawasi secara ketat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: