Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menko AHY Tekankan Pembangunan Infrastruktur Berkualitas dan Berdampak

        Menko AHY Tekankan Pembangunan Infrastruktur Berkualitas dan Berdampak Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya sekadar kuantitas dan bangunan fisik.

        Hal tersebut disampaikan Menko AHY dalam episode perdana Podcast InfraMe yang baru saja diluncurkan Kemenko Infra pada Selasa (25/2/2026). Podcast ini merupakan ruang komunikasi yang lebih terbuka, dialogis, dan partisipatif dalam mengawal pembangunan nasional,

        “Kita ingin menggeser pendekatan dari sekadar membangun sebanyak-banyaknya infrastruktur menjadi membangun yang lebih baik dan lebih berdampak. Pertanyaannya selalu: apa outcome-nya dan apa manfaat langsungnya bagi masyarakat,” ujar Menko AHY, dikutip dari siaran pers Kemenko Infra, Jumat (27/2).

        Ia menekankan komunikasi publik merupakan bagian integral dari proses pembangunan. Pemerintah memiliki kewajiban menjelaskan kebijakan dan program yang dijalankan, sekaligus membuka ruang dialog dua arah agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi serta kritik konstruktif.

        Menurutnya, infrastruktur merupakan instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup. Konektivitas jalan dan transportasi menurunkan biaya logistik, bendungan dan sistem irigasi meningkatkan produktivitas pertanian, akses air bersih mendukung ketahanan lingkungan, sementara pembangunan sekolah dan fasilitas kesehatan memperkuat fondasi sumber daya manusia.

        Menko AHY juga menjelaskan peran strategis kementerian koordinator dalam memastikan sinergi lintas sektor berjalan optimal. Filosofinya bukan sekadar mengoordinasikan, melainkan mengorkestrasi kebijakan dan program agar terintegrasi secara vertikal dan horizontal antara pemerintah pusat dan daerah.

        “Tanpa koordinasi dan orkestrasi yang kuat, pembangunan berisiko berjalan sendiri-sendiri, tumpang tindih, dan tidak optimal. Karena itu, pendekatan strategic planning menjadi sangat penting agar setiap proyek benar-benar memberikan dampak maksimal,” tegasnya.

        Ia mencontohkan pengelolaan arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berjalan lancar dengan penurunan angka kecelakaan sekitar 25 persen, serta kebijakan penurunan harga tiket pesawat hingga 14 persen sebagai hasil sinergi lintas sektor.

        Lebih lanjut, Menko AHY menekankan pembangunan infrastruktur harus selaras dengan agenda keberlanjutan dan transisi energi, termasuk penguatan transportasi publik, dukungan elektrifikasi kendaraan, serta penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih dan pengendalian banjir.

        Baca Juga: Kemenhaj Kebut Pemvisaan Haji, Tersisa 40 Ribu Jemaah

        “Infrastruktur bukan hanya tentang beton dan baja, melainkan tentang harapan, kesejahteraan, dan masa depan. Tidak boleh ada wilayah, generasi, maupun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan,” ujar Menko AHY.

        Podcast InfraMe dipandu Staf Khusus Menko Merry Riana dan akan hadir secara berkala sebagai ruang dialog strategis guna memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: