Kredit Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, siap memasuki fase produksi.
Kawasan garam berbasis teknologi tersebut diproyeksikan menjadi sentra garam industri terbesar di Indonesia untuk mendukung target swasembada garam nasional pada 2027.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan K-SIGN diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas garam hingga 200 ton per hektare per tahun sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
"K-SIGN diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas hingga 200 ton per hektare per tahun. Langkah KKP ini tidak hanya mendukung swasembada garam nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong tumbuhnya industri hilir berbasis garam," ujar Trenggono saat mengunjungi K-SIGN bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dikutip Minggu (2/8/2026).
Saat ini, pembangunan K-SIGN tahap I seluas 616 hektare telah rampung dan siap memasuki tahap produksi. KKP juga mempercepat pelaksanaan tahap II melalui pengadaan lahan seluas 751 hektare beserta pembangunan infrastruktur pendukung. Setelah seluruh tahapan selesai, kawasan tersebut akan memiliki luas total 1.367 hektare.
Selain membangun kawasan produksi, KKP menyiapkan ekosistem industri garam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui pembangunan infrastruktur produksi, akses logistik, serta pemberdayaan masyarakat pesisir lewat kampung nelayan terpadu yang dilengkapi cold storage, SPBU nelayan, koperasi, dan akses pembiayaan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pengembangan K-SIGN merupakan langkah strategis untuk memperkuat produksi garam nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
"Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri," tegas Zulkifli Hasan.
Baca Juga: KKP Pamerkan Kampung Nelayan Merah Putih Lateng ke Delegasi ASEAN-ID Blue
Baca Juga: KKP Bekali 30 Pelaku Usaha Literasi Keuangan Sukseskan Program Kerja Prioritas Nasional
Ia menambahkan pemerintah akan mempercepat pembangunan kawasan tersebut.
"Kita akan percepat," ujarnya.
KKP optimistis K-SIGN Rote Ndao akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Indonesia sekaligus memperkuat kedaulatan pangan melalui peningkatan produksi garam nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: