Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat Peringatkan Indonesia Bisa Bubar Jika Prabowo Salah Langkah

Pengamat Peringatkan Indonesia Bisa Bubar Jika Prabowo Salah Langkah Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu memperingatkan Presiden Prabowo Subianto bahwa sejarah menunjukkan sebuah negara bisa bubar jika pemimpinnya salah mengambil langkah.

Ia mempertanyakan apakah Indonesia akan mengikuti jejak negara-negara yang bubar atau justru menjadi negara maju.

Said Didu menyinggung Uni Soviet yang bubar tahun 1991 di bawah kepemimpinan Mikhail Gorbachev, serta Yugoslavia yang bubar tahun 1992 oleh Slobodan Milosevic.

"Amerika Serikat dan dan Israel “masuk” kuburan. 2026 karena sikap Trump dan Netanyahu yang sok jagoan akan “mengubur AS dan Israel serta keseimbangan baru dunia akan terjadi," tulis Said Didu di akun X pribadinya, dikutip Minggu (2/8).

Lebih lanjut, ia mencontohkan China dan Rusia yang disebut semakin kuat karena ketegasan hukum dan penertiban oligarki.

Dari perbandingan itu, ia menyimpulkan bahwa maju atau bubarnya sebuah negara sangat bergantung pada sikap pemimpinnya. "Indonesia akan bernasib seperti apa?" ujarnya.

Menurutnya, nasib Indonesia saat ini sangat bergantung pada sikap dan posisi yang dipilih Presiden Prabowo, bukan lewat pidato, melainkan lewat tanda tangan keputusan yang cepat dan tepat.

Sementara itu, tengah beredar isu akan adanya demonstrasi besar pada Agustus 2026. Aksi massa ini disebut-sebut dipicu oleh kemarahan masyarakat akibat kondisi Indonesia yang tak kunjung membaik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan belum ada informasi terkait rencana demonstrasi besar pada Agustus 2026. 

Baca Juga: 240 BUMN Ditutup, Mahasiswa Tantang Prabowo Soal Ini

Meski begitu, aparat tetap melakukan langkah antisipasi dengan memantau media sosial dan berkoordinasi dengan intelijen untuk menjaga situasi tetap terkendali.

“Kami juga akan berkoordinasi dari analisa perkiraan intelijen terkait tentang situasi terkini. Tetapi perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan,” jelas Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya