Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Pastikan Program Pendidikan Era Jokowi Tetap Berjalan, Sekolah Rakyat Jadi Penguat Akses

        Prabowo Pastikan Program Pendidikan Era Jokowi Tetap Berjalan, Sekolah Rakyat Jadi Penguat Akses Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto memastikan tidak ada satu pun program strategis pendidikan dari pemerintahan sebelumnya yang dihentikan. Pemerintah justru menambah inisiatif baru melalui program Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan nasional.

        Penegasan ini disampaikan guna menjawab isu terkait kesinambungan kebijakan pendidikan lintas pemerintahan. Pemerintah menekankan bahwa transisi kepemimpinan tidak mengganggu jalannya program yang sudah dirancang sebelumnya.

        Keterangan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/2/2025). Ia menegaskan seluruh program prioritas bidang pendidikan tetap berjalan hingga saat ini.

        "Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan.

        Semuanya berjalan, bahkan ditambah. Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan. Bahkan Presiden Prabowo menambahkan ada sekolah rakyat," kata Teddy.

        Salah satu program yang dipastikan berlanjut adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program bantuan pendidikan tersebut tetap menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan akses belajar bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

        Selain melanjutkan kebijakan yang sudah ada, pemerintah memperkenalkan Sekolah Rakyat sebagai program tambahan. Skema ini dirancang untuk menjangkau anak-anak yang belum tersentuh pendidikan formal.

        Sekolah Rakyat menyasar anak putus sekolah maupun mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali. Pemerintah menempatkan program ini sebagai solusi untuk menekan angka ketimpangan akses pendidikan.

        "Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat," katanya.

        Program ini dirancang untuk memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan hak belajar.

        Tidak hanya menyediakan pendidikan tanpa biaya, Sekolah Rakyat juga dilengkapi fasilitas pendukung. Peserta didik memperoleh penginapan, asupan gizi, serta jaminan kesehatan selama mengikuti pendidikan.

        Dalam satu tahun terakhir, Sekolah Rakyat telah menjangkau sekitar 16.000 hingga 22.000 siswa. Para siswa tersebut tersebar di 166 sekolah yang telah beroperasi di berbagai daerah.

        Pemerintah berencana memperluas cakupan program ini pada tahun berjalan.

        "Tahun ini, akan dibangun lagi 100 sekolah," katanya.

        Di luar Sekolah Rakyat, pemerintah juga mengembangkan Sekolah Garuda yang terintegrasi dengan kampus-kampus baru. Program ini difokuskan untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).

        Teddy kembali menekankan bahwa kesinambungan kebijakan pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

        Baca Juga: Menaker Bakal Temui Prabowo Bahas soal THR dan BHR

        "Tidak ada program yang tidak dilanjutkan. Semua program berjalan dan bahkan ditambah,” ujar Teddy.

        Pemerintah memposisikan keberlanjutan dan perluasan akses pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Dengan kombinasi program lama dan inisiatif baru, arah kebijakan pendidikan diarahkan untuk menjangkau lebih banyak peserta didik di seluruh Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: