Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sempat 'Buntung', PT BSP Akhirnya Berikan Untung Rp100 Miliar ke Siak

        Sempat 'Buntung', PT BSP Akhirnya Berikan Untung Rp100 Miliar ke Siak Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Siak -

        PT Bumi Siak Pusako (BSP) akhirnya rebound setelah sempat merugi hingga USD 14 juta di 2024. BUMD Siak yang bergerak di sektor minyak dan gas (Migas) ini pun akhirnya dapat membagikan keuntungan untuk Pemkab Siak pasca terjadinya musibah congeal sejak Maret 2023. 

        Komisaris PT BSP Herianto mengatakan, dividen kembali dihasilkan Pemkab Siak dari perusahaan ini tidak terlepas dari beberapa kebijakan krusial untuk penyelamatan salah satu pengelola Wilayah Kerja (WK) Migas produktif di Indonesia ini. 

        "Alhamdulillah saat ini BSP mulai rebound dan dapat membukukan dividen. Nilainya mencapai USD 6 juta atau setara dengan Rp100 miliar lebih di 2026 ini," ungkap Asisten II Pemkab Siak ini pada Senin (2/3).

        Berdasarkan rapat internal BSP beserta Notaris, total deviden interim sementara yang bisa langsung dibagikan ke pemilik saham sekitar USD4,5 juta atau setara Rp75,9 miliar. Sisanya dibagikan pada rapat RUPS tahunan, setelah selesai audit kantor Akuntan publik.

        "Insya Allah Siak dengan porsi saham 72% pada tahap awal ini mendapatkan lebih kurang Rp52 miliar dari deviden murni. Ini pencapaian kinerja perusahaan setelah tahun sebelumnya sempat merugi. Bupati Siak Afni Zulkifli meminta dividen yang diterima tahun ini terjaga oleh Direksi di angka USD 6 juta atau lebih Rp100 miliar akumulatif bagi para pemilik saham," jelas Herianto.

        Herianto mengatakan, selain mengganti Komisaris dan jajaran Direksi PT BSP, perusahaan sebelumnya juga diminta melakukan efesiensi anggaran secara besar-besaran, khususnya pada kegiatan trucking atau pengangkutan minyak yang menggunakan jalur darat. Pola penjualan minyak mentah juga diubah, dari tadinya ekspor keluar negeri beralih ke pemenuhan dalam negeri. 

        "Ibu Bupati juga meminta penundaan berbagai proyek yang dinilai tidak krusial. Bahkan mengevaluasi proyek yang sedang berjalan, serta kebijakan krusial lainnya di internal. Berbagai upaya ini membuahkan hasil dan kami diminta terus menjaga kinerja perusahaan karena BSP salah satu tulang punggung PAD Siak saat ini," ungkap Herianto.

        Setelah melalui proses audit independen dan RUPS, dividen ini nantinya akan diterima para pemilik saham, dengan pemegang saham mayoritas Pemerintah Kabupaten Siak sebesar 72,29%. Sisa saham dimiliki oleh Pemprov Riau (18,07%), Pemkab Kampar (6,02%), Pemkab Pelalawan (2,41%), dan Pemko Pekanbaru (1,21%).

        Tak berpuas hati dengan dividen, Bupati Siak juga secara intens telah berkonsultasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, guna memantapkan upaya Pemkab Siak menambah PAD dari sektor Migas. 

        "Tekad Bupati dan Wakil Bupati jelas bahwa PT BSP harus berbenah, karena inilah salah satu sumber PAD utama Kabupaten Siak di tengah efesiensi dan tekanan fiskal lainnya di daerah," tegas Heri.

        Sebelumnya Bupati Siak Afni juga telah menyatakan optimismenya bahwa PT BSP sedang menuju titik balik kebangkitan, setelah bertubi-tubi ujian yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir.

        "Yang penting itu output kerja wajib terukur, dan salah satunya dalam bentuk bagi hasil atau dividen BSP yang terjaga untuk kemaslahatan daerah," kata Afni. 

        Afni juga menargetkan dalam tahun 2026 ini juga akan ada tiga agenda besar terkait BSP. Pertama, kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP) BSP pada Negara sebanyak 7 sumur. 

        "Di awal menjabat, kami selalu dibayangi kekhawatiran BSP akan ditarik kembali pengelolaannya jika tak memenuhi kewajiban ini. Berkat ketekunan dan kerja keras semua pihak, Alhamdulillah benang kusut mulai terusai dan regulasi pedoman kerjasamanya telah selesai. Selanjutnya akan ada tahapan serta proses kemitraan yang saling menguntungkan. Jika ada eksploirasi baru, kami optimis lifting BSP akan naik," ujar Afni.

        Kedua, lanjutnya, PT BSP ditargetkan menggandeng mitra untuk kolaborasi pengadaan pipa baru. Jika sudah ada pipa, tidak perlu lagi BSP mengeluarkan modal banyak untuk trucking

        "Pipa sebelumnya sudah sangat tua dan selesai mengabdi, percuma diperbaiki dan wajib diganti. Pemasangan pipa baru BSP akan jadi lompatan sejarah, warisan dan legacy untuk anak cucu. Siapapun Bupati Siak ke depan, Insya Allah inilah yang akan menjadi 'jalan tol' sumber PAD Siak," kata Afni.

        Baca Juga: Kasus Anak Gajah Mati Tesso Nilo, Ditreskrimsus Polda Riau Tetapkan Pemilik Lahan jadi Tersangka

        Sedangkan agenda ketiga, dalam tahun ini juga BSP akan punya Direksi definitif. Bupati Afni memastikan semua proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) melibatkan kalangan profesional, dan pada tahapan krusial telah disepakati akan terlaksana secara terbuka. 

        Selain dari tiga agenda besar di atas, secara pararel juga akan dilakukan evaluasi manajemen dan tata kelola kepegawaian di BSP. Ini bagian penting yang tak terelakkan, agar BUMD ini benar-benar diisi kalangan profesional sesuai bidangnya.

        "Inilah rangkaian ikhtiar dan komitmen terkait BUMD BSP. Ijinkan kami bekerja sepenuh hati dan doakan agar kekayaan alam dan sumber PAD Siak ini terjaga dengan baik," tegas Afni.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Sahril Ramadana
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: