Waspada Krisis Global, Kadin Dorong Kemandirian dan Efisiensi Energi Dunia Usaha
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Di tengah gejolak geopolitik yang menekan ekonomi global, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie membawa satu pesan dari pertemuan di Istana Merdeka yakni kekompakan antara pemerintah dan sektor swasta adalah kunci, dan itu bukan sekadar jargon.
"Tentu dunia tidak baik-baik saja, tapi kelihatannya pemerintah dan dunia usaha kalau kompak ada jalannya. Tapi tidak boleh tentunya kita jumawa," ujar Anindya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Anindya merinci apa yang dimaksud dengan sinergi yang ia dorong di antara lain pertumbuhan ekonomi harus tetap terjaga, inflasi tidak boleh liar, dan penciptaan lapangan kerja serta pengusaha baru harus terus berjalan.
Untuk memastikan kesiapan hingga ke akar rumput, Kadin akan kembali berkoordinasi dengan konstituen di tingkat daerah, menjangkau kabupaten dan kota yang kerap paling rentan terhadap guncangan ekonomi dari luar.
Di sisi internal, Anindya menegaskan pelaku usaha tidak bisa sekadar mengandalkan bantalan pemerintah.
"Tentu tetap kita mesti mengadakan penghematan di sana-sini. Tentunya bagaimana untuk lebih hemat dan juga ke arah listrik dan lain-lain untuk mengurangi beban subsidi. Tapi kita cukup yakin," jelasnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa dunia usaha sadar betul tekanan fiskal yang sedang dihadapi negara, dan tidak ingin menjadi beban tambahan di tengah anggaran subsidi energi yang sudah tergerus kenaikan harga minyak dunia.
Anindya tidak hanya berbicara soal bertahan. Ia mendorong perubahan pola pikir yang lebih mandiri berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung pada satu sumber energi atau satu pasar.
Dunia usaha, katanya, siap mendukung berbagai program pemerintah termasuk inisiatif sosial yang dirancang untuk menggerakkan ekonomi hingga ke daerah.
Dari sisi pembiayaan, Anindya memberikan sinyal yang relatif menenangkan. Kondisi likuiditas perbankan disebutnya masih memadai, sehingga ruang pembiayaan bagi pelaku usaha tetap tersedia meski tekanan eksternal terus datang. Namun ia menekankan bahwa prioritas jangka pendek tetap pada stabilitas, bertahan dulu, baru kemudian tumbuh.
Baca Juga: Claude AI Mendadak Jadi Aplikasi Terlaris, Namanya Mencuat Usai Disebut Dipakai AS Serang Iran
Terkait potensi dampak kenaikan harga minyak terhadap dunia usaha, Anindya menyatakan pihaknya memahami bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema dan skenario antisipasi.
Kepercayaan itu, katanya, menjadi fondasi keyakinan bahwa Indonesia tidak akan menghadapi krisis ini sendirian, asalkan koordinasi antara pemerintah dan sektor swasta tetap solid hingga ke tingkat paling bawah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: