Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sembilan Komoditas Surplus di Tengah Gejolak Global, Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman hingga Usai Lebaran 2026

        Sembilan Komoditas Surplus di Tengah Gejolak Global, Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman hingga Usai Lebaran 2026 Kredit Foto: Antara/Donny Aditra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Konflik geopolitik boleh mengguncang pasar energi dunia, tapi pemerintah menegaskan meja makan masyarakat Indonesia tidak ikut terguncang. Memasuki puncak Ramadan menuju Idul Fitri 1447 H, Badan Pangan Nasional memastikan seluruh komoditas pangan pokok strategis berada dalam posisi surplus, dan tidak ada satu pun dari sembilan komoditas utama yang bergantung pada impor.

        "Ketahanan pangan Indonesia dipastikan tetap aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat," kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dikutip dari ANTARA, Selasa (3/3/2026).

        Pencapaian swasembada pada sembilan komoditas sekaligus menjadi perisai Indonesia dari tekanan rantai pasok global yang sedang bergejolak. Kesembilan komoditas itu adalah beras, jagung, gula konsumsi, minyak goreng, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam, seluruhnya diproduksi dari dalam negeri tanpa ketergantungan pada pasokan luar.

        Proyeksi neraca pangan nasional hingga akhir April 2026 memperlihatkan angka yang cukup meyakinkan di semua lini.

        "Beras sampai dengan akhir April diperkirakan surplus besar 17 juta ton. Kemudian gula konsumsi 595 ribu ton. Cabai besar 74 ribu ton. Cabai rawit 105 ribu ton. Jagung 4,8 juta ton. Minyak goreng 3,5 juta ton. Daging ayam 727 ribu ton. Telur ayam 349 ribu ton. Bawang merah 57 ribu ton," jelas Sarwo.

        Surplus beras sebesar 17,2 juta ton itu dihitung dari total ketersediaan 27,5 juta ton, gabungan stok awal tahun dan produksi Januari hingga April, setelah dikurangi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 10,3 juta ton dalam periode yang sama.

        Yang memperkuat keyakinan itu adalah kinerja Perum Bulog yang melampaui capaian tahun sebelumnya secara signifikan. Hingga minggu keempat Februari 2026, total serapan setara beras dari produksi dalam negeri mencapai 552,4 ribu ton, melonjak 196,9 persen dibanding realisasi Januari-Februari 2025 yang hanya menyentuh 186 ribu ton.

        Yang perlu dicatat, seluruh stok Cadangan Beras Pemerintah yang kini dikelola Bulog berasal dari serapan produksi domestik, bukan dari jalur impor.

        Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui bahwa kerja belum selesai. Pemerintah kini memfokuskan upaya pada tiga komoditas yang belum mencapai kemandirian produksi yakni kedelai, bawang putih, dan daging sapi, tiga celah yang masih perlu ditambal sebelum Indonesia bisa mengklaim ketahanan pangan yang benar-benar menyeluruh.

        Baca Juga: THR Wajib Dibayar Penuh, Airlangga: Cair Paling Lambat H-7 Lebaran

        Amran menegaskan seluruh pencapaian ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan bagian dari strategi besar yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.

        Di tengah dunia yang semakin tidak terprediksi, sektor pangan memang tidak boleh menjadi titik lemah dan data yang dipaparkan Bapanas hari ini, setidaknya untuk saat ini, menunjukkan Indonesia belum berada di titik itu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: