Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Mempertahankan kendaraan operasional selama masih dapat digunakan dengan baik, kadang dianggap sebagai bentuk penghematan oleh sebagian perusahaan. Padahal, keputusan tersebut tidak selalu menguntungkan jika dilihat dari sisi pengelolaan aset.
Secara kasat mata, mobil mungkin masih dalam kondisi prima. Mesin bekerja normal, kabin tetap nyaman, dan belum ada kerusakan besar yang mengganggu aktivitas harian. Namun seiring bertambahnya usia kendaraan, nilai jualnya terus menurun sementara biaya perawatan cenderung meningkat.
Memasuki tahun keempat hingga kelima penggunaan, berbagai komponen mulai membutuhkan perhatian lebih. Frekuensi servis biasanya bertambah, beberapa suku cadang harus diganti, dan risiko munculnya kerusakan besar menjadi lebih tinggi dibanding saat kendaraan masih berusia muda.
Kondisi ini membuat perusahaan menghadapi tantangan ganda. Di satu sisi, nilai kendaraan sebagai aset terus terdepresiasi. Di sisi lain, biaya yang dibutuhkan untuk menjaga kendaraan tetap beroperasi semakin besar.
Menunda Penjualan Bisa Mengurangi Nilai Aset
Perbedaan waktu penjualan kendaraan dapat berdampak cukup signifikan terhadap nilai yang diterima perusahaan.
Baca Juga: Pemilik Mobil Bekas di Jakarta Kini Bisa Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama
Sebagai ilustrasi, kendaraan operasional yang dibeli seharga Rp250 juta masih berpotensi memiliki nilai pasar sekitar Rp140 juta hingga Rp150 juta saat dilepas pada usia empat tahun. Pada periode tersebut, kondisi kendaraan umumnya masih dianggap menarik oleh calon pembeli maupun pelaku usaha showroom.
Sebaliknya, jika kendaraan baru dijual setelah memasuki usia enam atau tujuh tahun, nilai pasarnya dapat turun hingga kisaran Rp90 juta sampai Rp110 juta. Selain faktor usia, tingginya jarak tempuh dan meningkatnya risiko kerusakan juga menjadi pertimbangan pembeli dalam menentukan harga.
Akibatnya, perusahaan berpotensi kehilangan nilai aset hingga puluhan juta rupiah per unit hanya karena terlambat mengambil keputusan penjualan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: