Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sebanyak 10,8 Juta Orang Mudik, Naik 8,58% Dibanding 2025

        Sebanyak 10,8 Juta Orang Mudik, Naik 8,58% Dibanding 2025 Kredit Foto: Kemenhub
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan penumpang angkutan umum pada hari H Lebaran 2026, Sabtu (21/3), mencapai 873.916 orang, dengan kondisi arus mudik dinilai tetap terkendali meski volume mobilitas masih tinggi di berbagai moda transportasi.

        Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titits Dewi mengatakan moda kereta api menjadi pilihan utama masyarakat pada puncak arus mudik.

        “Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi masih tetap terkendali. Moda transportasi terbanyak yang digunakan masih dengan moda kereta api,” ujarnya di Jakarta, Minggu (22/3).

        Berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, jumlah penumpang kereta api pada hari H mencapai 364.649 orang, terdiri dari 205.335 penumpang antarkota dan 159.314 penumpang regional. Angkutan udara mencatat 206.785 penumpang, dengan 155.675 penumpang domestik dan 51.110 penumpang internasional.

        Sementara itu, angkutan penyeberangan melayani 177.564 penumpang, angkutan darat (bus) 103.777 penumpang, dan angkutan laut 21.141 penumpang.

        Secara kumulatif, total pergerakan penumpang angkutan umum sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga hari H mencapai 10.887.584 orang, meningkat 8,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 10.027.482 orang.

        Kenaikan tertinggi terjadi pada angkutan penyeberangan yang tumbuh 14,01% menjadi 2.664.004 penumpang, diikuti kereta api yang naik 13,46% menjadi 3.349.343 penumpang. Angkutan bus meningkat 9,37% menjadi 1.693.931 penumpang, sementara angkutan udara naik 2,95% menjadi 2.397.192 penumpang. Angkutan laut tercatat sebanyak 783.114 penumpang.

        Selain penumpang, pergerakan kendaraan juga terpantau tinggi. Pada hari H, kendaraan keluar dari gerbang tol Jakarta mencapai 193.237 unit, sementara kendaraan masuk 122.074 unit. Total pergerakan kendaraan di gerbang tol Jabodetabek mencapai 380.753 unit dan di luar Jabodetabek sebesar 353.546 unit.

        Di ruas arteri, kendaraan keluar dari Jabodetabek tercatat 601.275 unit dan yang masuk 460.089 unit, sedangkan pergerakan di arteri non-Jabodetabek mencapai 607.366 unit.

        Kementerian Perhubungan juga mencatat kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP) angkutan umum. Moda kereta api antarkota mencatat OTP 97,70% dan regional 99,40%. Moda udara domestik mencatat OTP 88,09% dan internasional 69,31%. Angkutan laut mencapai 95,92%, penyeberangan 93,20%, dan angkutan darat 64,97%.

        Baca Juga: Mudik Lebaran Jadi Penggerak Ekonomi, UMKM dan Jasa Transportasi Ikut Terangkat

        Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran, Kemenhub Imbau Pemudik Hindari Pulang 24 Maret 2026

        Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dongkrak Ekonomi, UMKM Panen Rezek

        Kementerian Perhubungan menyatakan akan terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran.

        “Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujar Ernita.

        Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3), dengan masyarakat diimbau menjaga kondisi fisik, memastikan kesiapan kendaraan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: