Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menko PMK Tekankan Pentingnya Pembelajaran Luring untuk Cegah Learning Loss

        Menko PMK Tekankan Pentingnya Pembelajaran Luring untuk Cegah Learning Loss Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Partikno menegaskan bahwa proses pembelajaran siswa harus tetap berjalan secara optimal melalui metode luring. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah timbulnya learning loss.

        Ssesuai hasil koordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dan Menteri Agama (Menag), penyelenggaraan proses pembelajaran diutamakan tetap berjalan secara luring bagi siswa.

        Menko PMK menyampaikan, memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring. Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini. 

        “Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenko PMK, Rabu (25/3).

        Pendidikan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto di tengah krisis global. Presiden juga mendorong percepatan agenda transformasi nasional.

        Baca Juga: Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban Tantangan Listrik, Internet, dan Urbanisasi

        Sebagai bagian dari transformasi pemerintahan, Menko PMK menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang. Perjalanan dinas yang non-esensial harus dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien. 

        “Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: