Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Beri Izin Tanker Rusia, Amerika Serikat Longgarkan Blokade Minyak Kuba

        Beri Izin Tanker Rusia, Amerika Serikat Longgarkan Blokade Minyak Kuba Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat memberikan sinyal untuk mengurangi tekanan blokade minyak terhadap Kuba. Hal ini ditandai dengan masuknya sebuah kapal tanker minyak dari Rusia ke Havana.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan dirinya tidak keberatan jika negara lain mengirim minyak ke Kuba. Hal ini menjadi perhatian menyusul pernyataannya yang datang bersamaan dengan sebuah kapal tanker minyak datang dari Rusia ke Kuba.

        Baca Juga: Diakui Trump, Internal Gedung Putih Ribut Soal Perang Amerika Serikat dan Iran

        Baru-baru ini sebuah kapal tanker datang mendekati pelabuhan dari Havana. Tanker tersebut diketahui membawa sekitar 650.000–730.000 barel minyak dan diperkirakan dapat menjadi penyelamat sementara bagi kebutuhan energi dari negara tersebut. Adapun kapal tanker itu rupanya berasal dari Rusia.

        Trump menegaskan bahwa keputusannya didasari pertimbangan kemanusiaan, dengan alasan rakyat Kuba membutuhkan energi untuk kebutuhan dasar seperti listrik dan pendingin udara.

        Sebelumnya, Trump menerapkan blokade de facto terhadap pasokan minyak menuju negara tersebut, termasuk menghentikan pengiriman dari Venezuela. Ia juga menekan negara lain agar tidak memasok energi terhadap wilayah tersebut dengan mengancam akan menerapkan tarif tinggi.

        Akibatnya, Kuba mengalami krisis energi serius selama berbulan-bulan, ditandai dengan pemadaman listrik luas dan pembatasan bahan bakar.

        Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, mengakui bahwa negaranya tengah menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari potensi konfrontasi lebih lanjut.

        Kuba sendiri telah menyatakan siap menghadapi kemungkinan konflik militer dengan Amerika Serikat. Hal ini menyusul ancaman bahwa pulai tersebut akan mendapatkan friendly takeover dari Trump.

        Adapun Rusia sebelumnya juga mengecam pernyataan hingga blokade minyal dari Trump. Pengizinan lewat kapal tanker ini oleh  dinilai sebagai langkah untuk menghindari eskalasi dengan Rusia. Hal itu mengingat tanker tersebut merupakan bagian dari armada yang dilindungi dan sebelumnya terkena sanksi dari Barat.

        Upaya untuk menghentikan kapal secara paksa berpotensi memicu konflik langsung di tengah situasi geopolitik global yang sudah tegang. Keputusan Trump untuk mengizinkan pengiriman minyak juga menandai perubahan penting dalam kebijakan luar negeri dari Amerika Serikat.

        Baca Juga: Trump Klaim Amerika Serikat Telah Berunding dengan Iran, Begini Hasilnya

        Meski bersifat sementara dan terbatas, langkah ini mencerminkan keseimbangan antara tekanan politik, pertimbangan kemanusiaan, dan risiko geopolitik yang lebih luas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: