Kredit Foto: Kilang Pertamina Internasional
Pemerintah memutuskan untuk menahan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi meskipun harga minyak mentah dunia sedang bergejolak. PT Pertamina (Persero) ditunjuk untuk menanggung seluruh beban selisih harga yang tidak mengalami kenaikan tersebut.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah konflik Timur Tengah. Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai likuiditas Pertamina saat ini sangat mencukupi untuk menyerap beban tersebut.
“Sementara sepertinya Pertamina. Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar,” ujar Purbaya, Rabu (1/4/2026). Di samping itu, kelancaran pembayaran kompensasi sebesar 70 persen setiap bulan memperkuat ketahanan kas perusahaan.
Kondisi keuangan perusahaan pelat merah tersebut dinilai berada dalam posisi yang sangat baik untuk melakukan penyerapan beban. Terlebih lagi, Pertamina dipastikan tidak akan mengalami kendala likuiditas meskipun harga pasar minyak dunia merangkak naik.
Pemerintah tetap berkomitmen untuk mendukung stabilitas fiskal Pertamina melalui penyaluran dana kompensasi yang konsisten. Selain itu, ruang anggaran negara masih dinilai terbuka lebar untuk memberikan dukungan jika harga minyak mencapai batas asumsi.
“Jadi untuk absorb itu untuk jangka waktu pendek nggak masalah,” tegas Purbaya di Wisma Danantara. Di samping itu, penurunan harga minyak ke level 76-77 dolar AS per barel saat ini mengurangi tekanan beban yang harus ditanggung.
Pemerintah juga memproyeksikan tambahan anggaran subsidi sebesar Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun pada tahun ini. Terlebih lagi, angka tersebut disiapkan untuk mengantisipasi jika rata-rata harga minyak dunia menyentuh 100 dolar AS per barel.
Mekanisme perhitungan angka pasti subsidi dan kompensasi tambahan akan segera diselesaikan oleh kementerian terkait. Selain itu, koordinasi intensif terus dilakukan agar penugasan kepada Pertamina ini tidak mengganggu operasional perusahaan secara menyeluruh.
Baca Juga: Meski BBM Tak Naik, Harga Barang Tetap Melejit hingga 100%
Keputusan menahan harga ini menjadi jaminan bagi masyarakat agar tidak terbebani oleh lonjakan harga energi di tingkat retail. Di samping itu, Pertamina diharapkan terus mengoptimalkan efisiensi internal guna menjaga performa keuangan di tengah penugasan tersebut meingkat.
Pengawasan terhadap arus kas perusahaan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan program ini berjalan sesuai rencana. Dengan demikian, peran Pertamina sebagai benteng ketahanan energi nasional tetap terjaga tanpa mengganggu kesehatan fundamental korporasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat