Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Bensin Siap Melonjak, Iran Sebut Blokade Amerika Serikat Bakal Jadi Miskalkulasi Trump

        Harga Bensin Siap Melonjak, Iran Sebut Blokade Amerika Serikat Bakal Jadi Miskalkulasi Trump Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran mengkritik kebijakan blokade yang dilakukan oleh Timur Tengah. Menurutnya, hal tersebut pada akhirnya akan menghasilnya penyesalan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

        Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan bahwa blokade yang dilakukan akan menyebabkan harga minyak dan bensin melonjak naik, termasuk di Amerika Serikat. Menurutnya, kebijakan itu akan dirasakan sendiri hasilnya oleh warga dari Washington.

        Baca Juga: Padahal Trump Mau Hentikan Operasi Militer, Ini Alasan Gagalnya Negosiasi Iran dan Amerika Serikat

        “Nikmati harga saat ini. Dengan apa yang disebut ‘blokade’, Anda akan merindukan harga bensin US$4–US$5,” ujarnya, dikutip dari X.

        Komentar tersebut merujuk pada potensi kenaikan harga energi yang lebih tinggi akibat gangguan pasokan global. Sebelumnya, Trump mengakui bahwa harga bensin berpotensi tetap tinggi. Ia menyebut bahwa harga energi kemungkinan tidak akan turun signifikan dalam waktu dekat akibat operasi militer dari Washington.

        "Harga bensin bisa jadi sama atau mungkin sedikit lebih tinggi, tetapi seharusnya ia berada dalam sekitar angka yang sama," kata Trump.

        Data GasBuddy menunjukkan adanya lonjakan harga bensin di Amerika Serikat. Di April, harga bensin rata-rata dalam negara tersebut berada di atas US$4 atau sekitar Rp70.000. Padahal di Februari, ia sempat berada pada level US$3. Sepanjang tahun sebelumnya, harga bensin dari negara itu tidak pernah melebihi US$3,25.

        Trump juga mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai memblokade wilayah dari Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan terhadap kapal mana pun yang membayar biaya atau “toll” kepada Iran. 

        "Saya telah menginstruksikan pasukan untuk mencari dan mencegat setiap kapal yang telah membayar bea masuk kepada Iran. Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas," kata Trump.

        Adapun Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau U.S. Central Command (CENTCOM) sendiri menegaskan bahwa blokade akan diberlakukan secara menyeluruh dan tanpa pengecualian terhadap kapal dari semua negara. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah lanjutan dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

        Washington melalu blokade ini akan melarang aktivitas keluar-masuk untuk kapal-kapal yang akan berlayar maupun bersandar dalam pelabuhan yang dimiliki oleh Iran. Namun, pihaknya juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

        Baca Juga: Post Gambar Layaknya Juru Selamat, Trump Serang Paus Leo: Dia Lemah, Seharusnya Tak Jadi Pemimpin Gereja Katolik

        Ia juga mengumumkan bahwa pihaknya mulai melakukan persiapan untuk operasi pembersihan ranjau laut dalam wilayah dari Selat Hormuz. Operasi tersebut melibatkan dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat. USS Frank E. Peterson (DDG 121) dan USS Michael Murphy (DDG 112) dikerahkan dan dilaporkan telah melintasi wilayah dari Selat Hormuz.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: