Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bos PLN Lapor ke DPR Stok Batu Bara Aman, Tembus 15,9 Hari

        Bos PLN Lapor ke DPR Stok Batu Bara Aman, Tembus 15,9 Hari Kredit Foto: PLN
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT PLN (Persero) memastikan ketahanan pasokan energi primer untuk sistem kelistrikan nasional dalam kondisi prima.

        Hingga April 2026, stok batu bara nasional dilaporkan berada pada level aman, dengan rata-rata Hari Operasi Pembangkit (HOP) mencapai 15,90 hari.

        Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Senin (13/4/2026). 

        Darmawan menegaskan, kecukupan pasokan ini merupakan jaminan bagi izin listrik untuk menyokong pertumbuhan ekonomi.

        “Sampai dengan April 2026, Hari Operasi Pembangkit (HOP) batubara nasional terjaga pada level 15,90 hari operasi, mencerminkan kondisi pasokan yang aman,” ungkap Darmawan.

        Ia menambahkan, pencapaian ini tidak lepas dari sinergi kuat antara perseroan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

        “Atas dukungan nasional Kementerian ESDM, HOP batubara terus menunjukkan tren peningkatan, sehingga semakin memperkuat kebugaran pasokan listrik,” imbuhnya.

        Detail Stok Regional: Jayapura Tertinggi, Jamali Terjaga

        Berdasarkan data yang dipaparkan, ketahanan stok batu bara nasional menunjukkan angka yang solid di seluruh wilayah operasional.

        Wilayah Jayapura mencatatkan HOP tertinggi di angka 47,95 hari, disusul Ternate dan Tidore sebesar 27,28 hari.

        Wilayah Kalimantan tercatat sebesar 22,47 HOP, Sumatera 16,23 HOP, serta kawasan NTB dan NTT sebesar 14,59 HOP.

        Wilayah Sulawesi berada di level 13,12 HOP, dan wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) tetap terjaga stabil di level 10,31 HOP.

        Misi Swasembada Energi Era Prabowo

        Pasokan batu bara yang melimpah ini menjadi modal penting bagi PLN untuk menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai kemandirian energi nasional.

        Darmawan menyebutkan, PLN fokus pada transformasi dari energi berbasis impor menuju domestik.

        “Sejalan dengan arah tersebut, PLN berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, khususnya melalui penurunan penggunaan BBM dan transisi percepatan menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan dan domestik,” jelas Darmawan.

        Baca Juga: PLN Lapor Stok Gas Pembangkit di Level 12 Hari, dari Sini Asalnya

        Secara fundamental, sistem kelistrikan nasional per Maret 2026 berada dalam status “Normal,” dengan total Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 71,15 GW.

        Keandalan ini juga didukung oleh Margin Cadangan(RM) atau cadangan daya yang sangat memadai di level 39%. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: