Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mulai Ambil Jarak, Italia Bekukan Kerja Sama Pertahanan dengan Israel

        Mulai Ambil Jarak, Italia Bekukan Kerja Sama Pertahanan dengan Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hubungan Italia dan Israel memanas menyusul konflik yang terjadi di Timur Tengah. Roma baru-baru ini memutuskan untuk menangguhkan perpanjangan otomatis kerja sama pertahanan dengan Tel Aviv.

        Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni mengumumkan hal tersebut menyusul meningkatnya ketegangan akibat operasi militer Israel di Lebanon. Langkah ini menandai memburuknya hubungan antara dua sekutu yang sebelumnya dikenal dekat.

        Baca Juga: Dari Kawan Jadi Lawan, Trump Bikin Publik Italia Marah Gegara Kecam Paus Leo

        “Ketika ada hal-hal yang tidak kita setujui, kita bertindak sesuai dengan itu. Mengingat situasi saat ini, pemerintah telah memutuskan untuk menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel,” kata Meloni.

        Kementerian Luar Negeri Israel sendiri menanggapi dengan meremehkan dampak keputusan Italia. Menurut mereka, kerja sama yang ada hanya berupa nota kesepahaman lama yang tidak memiliki substansi signifikan terhadap keamanan.

        “Kita tidak memiliki perjanjian keamanan dengan Italia. Kita memiliki nota kesepahaman dari bertahun-tahun yang lalu yang tidak pernah berisi isi substantif apa pun. Ini tidak akan memengaruhi keamanan Israel,” katanya.

        Israel sebelumnya dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah tentara dari Italia di Lebanon. Padahal tentara tersebut sedang bertugas mengembang misi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada kendaraan militer dari Roma.

        Hal tersebut diduga menjadi salah satu yang membuat marah pemerintahan dari Italia. Pemerintahan Meloni sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendukung kuat Israel di Eropa. Namun dalam beberapa pekan terakhir, ia mulai mengambil jarak hingga mengkritik serangan Israel di Lebanon.

        Italia sendiri diketahui tengah bersiteru dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Washington diketahui merupakan salah satu mitra terpenting yang dimiliki oleh Israel.

        Meloni bersama dengan sejumlah elite pemerintahannya menyuarakan kecaman terhadap Trump. Banyak diantaranya menilai wajar jika seorang tokoh religius menentang perang, termasuk perang dari Iran dan Amerika Serikat.

        “Paus adalah pemimpin Gereja Katolik. Wajar jika ia menyerukan perdamaian serta mengutuk segala bentuk perang,” ujar Meloni.

        Sementara Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung aliansi dengan Amerika Serikat. Namun ia menegaskan bahwa hubungan tersebut harus berbasis pada rasa saling menghormati.

        "Kami adalah, dan akan tetap menjadi, pendukung tulus persatuan dan sekutu dari Amerika Serikat. Namun persatuan itu dibangun atas dasar loyalitas, rasa hormat, dan keterbukaan timbal balik," katanya.

        "Mengenai Paus Leo XIV, kami mengatakan persis apa yang dipikirkan oleh kami semua warga negara dari Italia," tambahnya.

        Kecaman tersebut tidak disambut baik oleh Trump. Ia mengaku kaget dengan kecaman terhadapnya dari sang politikus karena telah berani mengkritik sosok Paus Leo. Menurutnya, Meloni tidak memiliki keberanian dan telah mengecewakan Washington.

        Baca Juga: PBB Bawakan Kabar Baik Soal Negosiasi Amerika Serikat-Iran

        "Saya terkejut dengan kecamannya. Saya pikir dia punya keberanian. Ternyata saya salah," katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: