- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Waspada Siomai Terbuat dari Olahan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Bisa Memicu Kanker!
Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warga Jakarta diminta untuk lebih waspada saat membeli siomai, sebab, dikhawatirkan ada oknum pedagang yang mengolah siomai dari ikan sapu-sapu sebagai bahan bakunya.
Merespons potensi ancaman kesehatan masyarakat tersebut, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan bersiap menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah produksi siomai.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, mengungkapkan bahwa langkah antisipatif ini merupakan bagian dari pengawasan ketat terhadap peredaran pangan di wilayahnya.
"Setiap bulan kami sebenarnya melakukan pengawasan pangan terpadu. Ke depan, pengawasan itu juga akan kami arahkan untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu, termasuk hingga ke rumah-rumah produksi siomai," ujar Ridho di Jakarta, Senin (20/4).
Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan. Ridho memaparkan, secara ekologis ikan sapu-sapu dikenal sebagai pemakan berbagai material dan limbah di dasar perairan yang kerap tercemar. Karakteristik ini membuat daging ikan tersebut sangat rentan terpapar zat beracun.
Risiko utamanya adalah kandungan logam berat yang mengendap di dalam daging ikan tersebut, seperti merkuri dan timbal.
"Dampak logam berat seperti merkuri dan timbal ini tidak langsung terasa seketika oleh konsumen. Namun, jika dikonsumsi dalam jangka panjang, residunya dapat memicu berbagai penyakit serius, termasuk kanker," terang Ridho.
Meskipun pihak Sudin KPKP telah berulang kali melakukan sosialisasi terkait bahaya ini, Ridho mengakui celah pelanggaran masih tetap ada.
Peluang keuntungan yang lebih besar kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengolah ikan sapu-sapu menjadi bahan dasar pangan murah.
Selain memperketat pengawasan di lapangan, Sudin KPKP Jakarta Selatan akan terus mengintensifkan edukasi agar warga lebih cerdas dan selektif dalam memilih makanan sehari-hari.
Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan peran aktif warga untuk memutus rantai peredaran pangan berbahaya ini.
Ridho mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mencurigai adanya aktivitas pengolahan atau peredaran daging ikan sapu-sapu untuk konsumsi manusia.
"Harapan kami, dengan pengawasan pangan yang ketat, kesehatan masyarakat dapat semakin terjamin dan populasi ikan sapu-sapu dapat dikendalikan. Laporkan kepada kami jika ada indikasi agar dapat segera ditindaklanjuti," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat