Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Ungkap Lonjakan Reksa Dana, AUM Tembus Rp699 Triliun

BEI Ungkap Lonjakan Reksa Dana, AUM Tembus Rp699 Triliun Kredit Foto: Unsplash/micheile dot com
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana di Indonesia telah mencapai Rp699,65 triliun per Maret 2026. Angka ini menunjukkan bahwa reksa dana menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk memulai investasi.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang, menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat terhadap reksa dana saat ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah investor, tetapi juga memperluas basis partisipasi publik di pasar modal secara berkelanjutan.

“Reksa dana menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal pasar modal secara lebih luas,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Oleh karena itu, BEI mendukung berbagai program edukasi investasi reksa dana yang bertujuan meningkatkan literasi serta inklusi pasar modal nasional, salah satunya melalui program Sosedu APRDI 2026 bertajuk “Reksa Dana Aja”.

Program yang digagas Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) tersebut dinilai membawa pesan kuat bahwa investasi dapat dilakukan secara sederhana, bertahap, dan terencana, sehingga lebih mudah diakses masyarakat luas, khususnya investor pemula.

“Kami meyakini program ini akan semakin memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia,” kata Kristian.

Baca Juga: BEI Mulai Terapkan Sistem Liquidity Provider, Ini 5 Saham yang Dapat Kuotasi

Baca Juga: BEI Tegaskan 18 Emiten Delisting Wajib Melakukan Buyback Saham

Baca Juga: BEI Resmi Naikkan Free Float Jadi 15%, Emiten Wajib Patuh!

Ia menilai edukasi publik menjadi faktor kunci untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap investasi dan keputusan untuk mulai berinvestasi.

Dalam konteks tersebut, peran media dinilai sangat strategis dalam membangun persepsi dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal.

“Kami meyakini sinergi antara regulator, pelaku industri, dan media menjadi kunci dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi pasar modal,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement