Memanas, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Buntut Blokade Pembajakan AS
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Ketegangan di Timur Tengah kembali eskalatif, Iran mengumumkan telah kembali memperketat kendali atas perairan strategis Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa kontrol atas selat tersebut kini "telah kembali ke keadaan semula" alias ditutup atau diperketat lagi.
Mengutip Al Jazeera, langkah ini diambil sebagai bentuk balasan atas kelanjutan blokade pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, yang secara keras dikecam oleh Teheran sebagai tindakan "pembajakan".
Merespons langkah Iran tersebut, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengendurkan tekanan. Trump menyatakan bahwa blokade angkatan laut AS akan "tetap berlaku penuh" hingga apa yang ia sebut sebagai "transaksi dengan Iran tuntas 100 persen".
Manuver IRGC ini bertolak belakang dengan pernyataan diplomatik Iran sebelumnya. Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sempat mengklaim bahwa Selat Hormuz "sepenuhnya terbuka" untuk semua kapal komersial.
Saat itu, Araghchi menyebut pembukaan rute terkoordinasi tersebut dilakukan sejalan dengan momentum gencatan senjata di Lebanon.
Terkait situasi di Levant, Presiden Trump juga telah mengeluarkan pernyataan tegas yang "melarang" Israel untuk melakukan pengeboman di Lebanon.
Larangan ini bertepatan dengan hari pertama implementasi kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari di wilayah tersebut.
Momen jeda kemanusiaan ini langsung dimanfaatkan oleh puluhan ribu warga sipil Lebanon untuk kembali ke rumah mereka, setelah berminggu-minggu terpaksa mengungsi akibat gelombang serangan intensif dari militer Israel.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement