Kredit Foto: Istimewa
Kementerian Koperasi (Kemenkop) membidik produk UMKM Jawa Tengah untuk dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jateng mendukung pelaku UMKM agar produk lokal bisa masuk ke gerai KDKMP. Menurutnya, koperasi desa harus menjadi ruang bagi produk UMKM tumbuh dan berkembang, bukan diisi produk luar atau dikuasai distributor besar.
Karena itu, diperlukan langkah kurasi, inkubasi, hingga dukungan pembiayaan yang dilakukan bersama-sama agar UMKM Jateng benar-benar mendapat tempat di KDKMP.
Ini disampaikan Menkop dalam sambutannya pada acara pengukuhan serta rapat kerja pengurus Dekopinwil Jateng di Semarang, Selasa (14/4/2026).
"Saya menyarankan Dekopinwil provinsi Jawa Tengah mulai membantu pelaku-pelaku UMKM di Jawa Tengah agar produk-produknya bisa dijual di seluruh gerai KDKMP. ini menjadi bahan yang baik untuk dibahas dalam rapat kerja Dekopinwil Provinsi Jawa Tengah," ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenkop, Senin (20/4).
Menkop Ferry menjelaskan bahwa selama 30 tahun terakhir, koperasi relatif tertinggal dibanding badan usaha swasta dan BUMN. Baru pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, koperasi kembali diaktifkan sebagai badan usaha strategis sehingga menjadi program strategis nasional.
Menkop Ferry juga merekomendasikan agar Dekopinwil Jateng dapat menginisiasi penyediaan alat pengering hasil pertanian, pengatur suhu buah dan sayuran, serta fasilitas pendukung peternakan sehingga dapat membantu para petani menjaga kualitas produk hasil pertaniannya.
Di wilayah pesisir, Menkop Ferry juga mendorong pendirian SPBU solar untuk nelayan yang dilengkapi pabrik es batu. Hal ini juga dapat disinergikan dengan Dekopinwil Jateng agar kehadirannya dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Saya berharap Dekopinwil Jawa Tengah dapat menjadi contoh bagaimana koperasi hadir dalam bentuknya yang baru dan modern dan bisa bermanfaat bukan hanya untuk anggota koperasi tapi juga bagi masyarakat seluas-luasnya," ulasnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini KDKMP sudah memasuki tahapan operasionalisasi sejalan dengan keberadaan ribuan unit yang selesai 100 persen tahapan pembangunannya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Koperasi, Dekopin, dan Dekopinwil dalam menghidupkan KDKMP tersebut.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih, Desa Bakal Punya Armada Ekonomi Sendiri
Baca Juga: 38.524 PNS hingga PPPK Diusulkan Jadi ASN Pusat, Ratusan Gugur di Tengah Jalan
Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen. Menkop Ferry juga mendorong pendirian toko rakyat serba ada (torasera) sebagai pusat distribusi kebutuhan KDKMP.
"Saya menyarankan ini juga bisa dilakukan oleh koperasi-koperasi existing atau badan usaha milik daerah sehingga ekosistem yang kita bangun ini akan menjadi bangunan ekosistem ekonomi yang baru yang bisa lebih menjamin keadilan di masyarakat," ucapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya