- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, OJK Optimistis Status Emerging Market Aman
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap isi pembicaraannya dengan penyedia indeks global, MSCI. Dalam pertemuan yang berlangsung beberapa waktu lalu, MSCI disebut memberikan respons positif terhadap berbagai langkah reformasi integritas yang dilakukan di pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan Indonesia memperoleh acknowledgement atau pengakuan dari MSCI atas sejumlah kemajuan dalam agenda awal reformasi integritas pasar modal.
“Mereka menyampaikan acknowledgement atau pengakuan atas berbagai progres dan capaian dari agenda-agenda utama awal reformasi integritas di pasar modal kita,” kata Hasan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Hasan menjelaskan reformasi yang dilakukan selama ini memang diarahkan untuk menjawab berbagai catatan dan ekspektasi dari penyedia indeks global, termasuk MSCI. Langkah tersebut terutama menyasar aspek transparansi, tata kelola pasar, serta perlindungan investor.
Dalam waktu dekat, MSCI dijadwalkan melakukan evaluasi indeks berkala pada 12 Mei 2026. Evaluasi tersebut merupakan bagian dari siklus rutin rebalancing dan perhitungan indeks yang dilakukan setiap tiga bulan untuk berbagai negara, termasuk Indonesia.
Hasan berharap hasil evaluasi tersebut mulai mencerminkan dampak pemanfaatan data serta berbagai perbaikan yang telah dilakukan otoritas dan pelaku industri pasar modal nasional.
“Berikutnya itu di tanggal 12 Mei 2026 ini, yang kita harapkan nanti akan mulai terlihat hasil dari pemanfaatan data dimaksud,” ujarnya.
Baca Juga: MSCI Bekukan Saham RI, BEI: IHSG Malah Naik 8%
Baca Juga: BEI Bongkar Isi Pembicaraan dengan MSCI usai Rebalancing Saham RI
Baca Juga: OJK Buka Suara Soal Putusan MSCI yang Bekukan Lagi Rebalancing Saham RI
Selain itu, pada Juni 2026, MSCI juga akan melakukan proses market classification review, menyusul laporan interim sebelumnya dari FTSE Russell. Hasan berharap Indonesia tetap diakui sebagai bagian dari kategori emerging marketdalam indeks global tersebut.
“Di situlah kita harapkan nanti kita tetap diakui dan menjadi bagian dari indeks yang masuk dalam kategori emerging market sesuai dengan kondisi kita saat ini,” tutup Hasan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: