Jika Purbaya Kembali Gelontorkan Insentif, Penjualan Motor Listrik Bakal Meledak
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Penjualan motor listrik di Indonesia dinilai masih bergantung pada kebijakan subsidi pemerintah tapi juga mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyebut insentif menjadi faktor utama yang memengaruhi minat masyarakat terhadap kendaraan listrik roda dua.
“Dilihat dari tren penjualan motor listrik, ada pengaruh yang cukup besar dari insentif yang diberikan oleh pemerintah. Pada saat diberikan subsidi, penjualan motor listrik bisa meningkat hingga 50% (2024). Namun setelah dicabut, penjualan merosot tajam,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Selasa (28/4/2026).
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa daya tarik motor listrik saat ini masih didorong oleh faktor harga melalui subsidi. Jika tanpa insentif, permintaan dinilai belum cukup kuat untuk menopang pertumbuhan pasar secara mandiri.
“Artinya, masyarakat masih tertarik dari sisi insentif untuk beli motor listrik. Maka, jika diberikan lagi, kemungkinan besar penjualan motor listrik akan meningkat kembali,” kata Huda.
Selain mendorong permintaan, kebijakan subsidi juga dinilai memiliki dampak terhadap konsumsi energi nasional. Dengan adanya peralihan ke motor listrik, penggunaan BBM bersubsidi berpotensi tertekan terlebih populasi roda dua juga sangat besar di Indonesia.
“Selain itu, program ini juga dapat menekan kebutuhan BBM, terutama BBM bersubsidi. Kendaraan bermotor roda dua, meskipun konsumsi per unitnya kecil, tapi jumlah motor yang banyak membuat kebutuhan BBM juga besar,” jelasnya.
Dengan adanya kebijakan itu bisa menjadi instrumen dalam mendorong transisi energi khususnya pada sektor transportasi. Sayangny, efektivitasnya masih terbatas di wilayah perkotaan.
“Maka saya rasa kebijakan ini mampu untuk mendorong transisi energi. Namun demikian, kebijakan ini juga harus didorong dengan penyediaan ekosistem di kota-kota tier 2-3-4, kebijakan ini memang efektif namun masih di kota besar,” ujarnya.
Baca Juga: Purbaya Kaji Insentif Motor Listrik Senilai Rp5 Juta, Target Awal 6 Juta Unit Baru
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan soal Insentif Baru Mobil dan Motor Listrik
Baca Juga: AEML Semringah Mendagri Kasih Insentif Fiskal Buat Kendaraan Listrik
Jika subsidi ini diiringi oleh pengembangan infrastruktur seperti stasiun penukaran baterai dan fasilitas pengisian daya, di daerah diprediksi akan terjadi peningkatan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah menyiapkan kembali skema subsidi untuk motor listrik. Konon, besaran insentif yang tengah dipertimbangkan adalah Rp5 juta rupiah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri