Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hari Bumi, KKP Gandeng Ancol Jaga Pesisir Jakarta

        Hari Bumi, KKP Gandeng Ancol Jaga Pesisir Jakarta Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menanam mangrove di Kawasan Mangrove Nasional Kamal Muara, Jakarta Utara.

        Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Bumi ini menjadi bagian dari upaya KKP meningkatkan kualitas ekosistem karbon biru di pesisir Jakarta.

        Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara dalam keterangan resminya di Jakarta menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pesisir. 

        “Penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ekosistem karbon biru sekaligus melindungi wilayah pesisir dari dampak perubahan iklim,” ujarnya, dikutip dari siaran pers KKP, Rabu (29/4).

        Koswara menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Aksi lingkungan penanaman mangrove yang berlangsung baru-baru ini itu melibatkan puluhan sukarelawan dari KKP dan PT Pembangunan Jaya Ancol. 

        Kegiatan itu, sambungnya, menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir di tengah tantangan perubahan iklim.

        Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Ian Lubis menyampaikan komitmen perusahaannya dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. “Sebagai pelaku usaha di wilayah pesisir utara Jakarta, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam Kota Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi bagi masa depan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

        Senada dengan itu, Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Ahmad Aris menekankan bahwa penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang. Ia juga menyoroti potensi ekonomi dari pengelolaan mangrove berbasis masyarakat, seperti pengembangan ekowisata dan usaha produktif lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. 

        “Hari ini kita tidak hanya menanam mangrove, tetapi menanam masa depan. Mangrove berperan sebagai pelindung alami pantai sekaligus habitat penting bagi berbagai biota laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir,” jelasnya.

        Baca Juga: 70 Persen Usia Produktif, Wamendag Roro Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi

        Baca Juga: Prabowo Targetkan Renovasi 288.000 Sekolah Rampung pada 2028

        Penanaman dilakukan di kawasan seluas 67 hektare dengan jenis mangrove Rhizophora mucronata  atau bakau merah/hitam yang dikenal adaptif dan memiliki nilai ekologis tinggi, terutama dalam menyerap karbon dan melindungi pesisir dari abrasi serta gelombang.

        Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut. Melalui kebijakan ekonomi biru, KKP terus mendorong pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, demi menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan keberlanjutannya bagi generasi mendatang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: