Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ADB Siap Tawarkan Bantuan ke Negara Terdampak Krisis Energi di Pasifik

        ADB Siap Tawarkan Bantuan ke Negara Terdampak Krisis Energi di Pasifik Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Asian Development Bank (ADB) menyatakan kesiapan untuk menyalurkan bantuan darurat kepada negara-negara yang terdampak krisis energi akibat konflik dari Iran dan Amerika Serikat. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kawasan dari Asia-Pasifik.

        Presiden Asian Development Bank , Masato Kanda mengatakan negara-negara kawasan tersebut menjadi salah satu yang paling terdampak oleh gangguan pasokan bahan bakar. Krisis tersebut dipicu oleh blokade di Selat Hormuz.

        Baca Juga: ADB Gelontorkan US$70 Miliar untuk Infrastruktur Energi & Digital Asia-Pasifik

        "Selain dukungan langsung ini, kami siap mendukung negara-negara kawasan tersebut untuk membangun ketahanan terhadap guncangan eksternal melalui diversifikasi sumber energi," katanya saat pertemuan tahunan dari ADB ke-59 di Samarkand, Uzbekistan.

        Selain bantuan jangka pendek, pihaknya juga berkomitmen membantu negara-negara tersebut memperkuat ketahanan terhadap guncangan eksternal. Langkah ini akan dilakukan melalui diversifikasi sumber energi.

        ADB sendiri memperingatkan soal perlambatan pertumbuhan ekonomi kawasan dari Pasifik. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kawasan itu akan melambat menjadi 2,8% pada 2026.

        Negara Pasifik yang bergantung pada impor energi dinilai lebih rentan terhadap gangguan global seperti gangguan pasokan energi yang terjadi akibat blokade di Selat Hormuz. Krisis energi dapat berdampak langsung pada inflasi, biaya logistik dan aktivitas ekonomi.

        ADB menegaskan komitmennya tidak hanya untuk bantuan darurat, tetapi juga pembangunan jangka panjang. Baru-baru ini pihaknya menghadirkan program investasi besar senilai US$70 miliar untuk pengembangan infrastruktur energi dan digital di Asia-Pasifik.

        Melalui program ini, pihaknya akan mengalirkan dana sebesar US$50 miliar untuk proyek dari Pan-Asia Power Grid Initiative (PAGI).

        Program ini mencakup integrasi 20 gigawatt energi terbarukan lintas negara, pembangunan 22.000 km jaringan transmisi listrik dan openingkatan akses listrik bagi 200 juta orang. ADB memperkirakan proyek ini dapat menurunkan emisi sektor energi regional hingga 15%.

        ADB akan membiayai sekitar setengah dari proyek listrik tersebut, sementara sisanya berasal dari investasi bersama, termasuk sektor swasta.

        Adapun US$20 miliar dialokasikan untuk pengembangan konektivitas digital melalui program dari Asia-Pacific Digital Highway.

        Program digital ini mencakup jaringan serat optik, kabel bawah laut, satelit komunikasi hingga pusat data regional. Targetnya, 200 juta orang diharapkan akan mendapatkan akses internet pertama dan 450 juta orang lainnya akan mengalami peningkatan kualitas konektivitas.

        Baca Juga: Krisis Ekonomi Iran Memburuk, Harga Melonjak di Tengah Dampak Perang

        ADB juga memperkirakan proyek digital ini dapat menurunkan biaya akses internet hingga 40% di daerah terpencil hingga menciptakan hingga 4 juta lapangan kerja. Ia berencana menyediakan sekitar US$15 miliar untuk mendukung proyek digital tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: