Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Telkom (TLKM) Bakal Gelar Buyback Saham Rp1 Triliun

        Telkom (TLKM) Bakal Gelar Buyback Saham Rp1 Triliun Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan Saham American Depositary Receipt (ADR) yang tercatat di New York Stock Exchange. Jumlah nilai keseluruhan pembelian kembali saham diperkirakan Rp1 triliun. 

        Perseroan akan terlebih dahulu melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 8 Juni 2026 untuk meminta persetujuan terkait rencana ini. Pembelian kembali saham dilakukan maksimal 12 bulan, dari 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

        Pembelian kembali saham dapat dilakukan secara bertahap atau sekaligus, baik melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek. Dalam hal pembelian kembali saham dilakukan melalui Bursa Efek, maka transaksi beli dilakukan melalui 1 Anggota Bursa Efek. 

        "Pembelian kembali saham American Depositary Receipt akan menggunakan metode sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal di Amerika Serikat," kata manajemen. 

        Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Jumlah saham free float Perseroan setelah dilakukan share buyback tidak akan lebih rendah dari 15% dari jumlah saham tercatat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. 

        Baca Juga: Astra Buyback Saham Rp2 Triliun, Beri Sinyal Optimis di Tengah Pasar Fluktuatif

        Baca Juga: Bank Mandiri Kantongi Restu Buyback Saham Rp1,17 Triliun

        Pembelian kembali saham ini bertujuan memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki Perseroan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. 

        "Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan pembelian kembali saham bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan," tambah manajemen. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: